RAIN [End]✔

RAIN [End]✔

  • WpView
    LECTURAS 761,007
  • WpVote
    Votos 69,858
  • WpPart
    Partes 49
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mié, mar 9, 2022
[Squel Young Mother] ⚠EITSS! FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA⚠ "Dasar gak tau diri!" "Si miskin cari muka tuh! Berharap jadi Cinderella neng? Mimpi." "Anak beasiswa sok keras lagi, bangga lo bisa masuk sini hhhh." "Cihh murahan," Banyak cercaan lainnya yang dilayangkan pada wanita yang hanya bisa menunduk dengan air mata yang sudah membasahi pipinya. Ya, wanita itu tak lain adalah RAIN. Bajunya sudah basah akibat disiram menggunakan seember air, ia hanya bisa menggigit bibir bawahnya saat dipermalukan di tengah-tengah lapangan. JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK KALIAN DENGAN CARA VOTE DAN KOMEN DISETIAP PART!!!
Todos los derechos reservados
#185
reva
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Complete (END)
  • My Favorite Trouble Maker (Reline)
  • happy ending  Versi Ku Kapan?
  • KAYLAN
  • Kamu Adalah Kenangan (Mengenalmu) TAMAT SEASON 1
  • Hypocritical (Zeedel)
  • ELGITA  (TERBIT)
  • Bad Or Good Girl
  •  𝐓𝐫𝐚𝐧𝐬𝐦𝐢𝐠𝐫𝐚𝐭𝐢𝐨𝐧 𝐀𝐝𝐞𝐥𝐢𝐚 𝐓𝐡𝐞 𝐄𝐱𝐭𝐫𝐚
  • Milan & Rou ✔

"Ya, kau tidak punya mata? Lihat, buku ku jadi kotor!" Sosok yang sedang membersihkan seragamnya tersentak kaget mendengar pekikan tersebut. Matanya berkedip tidak percaya. Heol, jelas-jelas dia yang korban disini. Mengapa jadi dia yang di salahkan? Memberanikan diri, dengan perlahan dia menatap gadis bertopi di hadapannya itu. Seketika gadis berseragam sekolah itu menelan salivanya susah payah mendapati tatapan tajam di balik kacamata hitam tersebut, seakan siap menerkamnya saat ini juga. "J-jongsahamnida. Nde, aku yang salah," Yeri membungkuk dalam. Hanya cara ini yang terpikirkan olehnya. Yap. Gadis itu adalah Yeri baru saja pulang sekolah. Dia memutuskan untuk membeli minuman susu di tempat favoritnya sebelum pulang ke rumah. Tapi malah berakhir seperti ini. Joohyun menggeram kesal sambil melepas kacamatanya, mencoba menahan amarahnya yang siap meledak. "Aish, bisa-bisanya kau membuat ku kesal seperti ini," Hari pertamanya di kota kelahirannya saja sudah di sambut dengan hal seperti ini. Bagaimana kedepannya nanti?

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido