RAIN [End]✔

RAIN [End]✔

  • WpView
    Lectures 762,991
  • WpVote
    Votes 69,865
  • WpPart
    Chapitres 49
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication mer., mars 9, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
[Squel Young Mother] ⚠EITSS! FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA⚠ "Dasar gak tau diri!" "Si miskin cari muka tuh! Berharap jadi Cinderella neng? Mimpi." "Anak beasiswa sok keras lagi, bangga lo bisa masuk sini hhhh." "Cihh murahan," Banyak cercaan lainnya yang dilayangkan pada wanita yang hanya bisa menunduk dengan air mata yang sudah membasahi pipinya. Ya, wanita itu tak lain adalah RAIN. Bajunya sudah basah akibat disiram menggunakan seember air, ia hanya bisa menggigit bibir bawahnya saat dipermalukan di tengah-tengah lapangan. JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK KALIAN DENGAN CARA VOTE DAN KOMEN DISETIAP PART!!!
Tous Droits Réservés
#160
siksaan
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Complete (END)
  • RAISA
  • COOL BOY VS BAD GIRL
  • Hate Me Past, Not Now
  • Sweet Couple [On Going]
  • RIVAL (Zeedel)
  • KAYLAN
  • happy ending  Versi Ku Kapan?[end]
  • Badai Tak Berujung [ON GOING]
  • Bad Or Good Girl

"Ya, kau tidak punya mata? Lihat, buku ku jadi kotor!" Sosok yang sedang membersihkan seragamnya tersentak kaget mendengar pekikan tersebut. Matanya berkedip tidak percaya. Heol, jelas-jelas dia yang korban disini. Mengapa jadi dia yang di salahkan? Memberanikan diri, dengan perlahan dia menatap gadis bertopi di hadapannya itu. Seketika gadis berseragam sekolah itu menelan salivanya susah payah mendapati tatapan tajam di balik kacamata hitam tersebut, seakan siap menerkamnya saat ini juga. "J-jongsahamnida. Nde, aku yang salah," Yeri membungkuk dalam. Hanya cara ini yang terpikirkan olehnya. Yap. Gadis itu adalah Yeri baru saja pulang sekolah. Dia memutuskan untuk membeli minuman susu di tempat favoritnya sebelum pulang ke rumah. Tapi malah berakhir seperti ini. Joohyun menggeram kesal sambil melepas kacamatanya, mencoba menahan amarahnya yang siap meledak. "Aish, bisa-bisanya kau membuat ku kesal seperti ini," Hari pertamanya di kota kelahirannya saja sudah di sambut dengan hal seperti ini. Bagaimana kedepannya nanti?

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives du Contenu