Memories on 30 days

Memories on 30 days

  • WpView
    Reads 22
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Aug 15, 2021
Oma Sasti merasa senang. Pasalnya, libur sekolah kali ini bertepatan dengan datangnya bulan Ramadhan. Yang membuat Oma bahagia adalah, kedatangan ke 4 cucu dari kakaknya. 30 hari, Oma Sasti akan tinggal bersama 4 cucunya. Disana, 4 orang remaja akan menghadapi keseharian yang jelas berbeda dengan hari-hari mereka biasanya. ••• "Jangan bego bego amat lah Yon, sedih gue liatnya." "GOBLOK, PUASA AL! PUASA!" "YAM, AELAH. GOSAH NGADI NGADI LU." "DELISA KAMPRET, ANAK KAMBING! ALVARO, LIAT KELAKUAN SODARA LU, AL! LIAT."
All Rights Reserved
#5
delano
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Yang Paling Sulit Bilang Cinta
  • OLINE!? (ONDAH)
  • COUPLE GILA
  • Oon in Action
  • I Miss You, Sister
  • My Twins [Leo X lion]✔
  • ONDAH FAMILY
  • Kakak Kelas Kaga Jelas!! [DERINABRAR]
  • DANADYAKSA

Jika Andina adalah yang paling penuh canda tawa sama seperti bapaknya yang ajaib dan membuat orang geleng kepala, maaka Arif-lah si pembuat onar yang entah kapan menemukan masa taubatnya. Asep yang bertanggug jawab dan cerdas tentu seperti bapaknya yang berguna bagi bangsa dan negara. Yusuf yang shaleh penuh cerita hikmah seperti bapaknya yang alim ulama. Dila seperti ibunya, kuat dan tangguh meski dihadapkan dengan seorang pria paruh baya galak dan arogan, yang tiada lain adalah ayahnya. Nur masih mencoba memaafkan semua masa lalunya, namun belum bisa berdamai dengan bapaknya, Terakhir, Dul dengan sejuta kejadian luar biasa yang penuh ketegangan, karena harus sekolah di tempat bapaknya yang mengajar matematika, pelajaran paling angker sedunia. Mereka bersahabat dan saling membantu dalam memecahkan masalah setiap kali ada tugas atau acara sekolah. Dengan ide unik dan ada-ada saja, mereka bisa membuat satu sekolah bertepuk tangan dengan bangga atau justru dibuat gila. Kadang saling menasehati dan berbagi cerita, kadang saling ejek namun sekedar bercanda. Lambat laun, cerita sederhana mereka berbelok ke arah yang berbeda. Awalnya tentang keluarga dan cita-cita, lama-lama tentang cintanya tengah berlabuh pada siapa.

More details
WpActionLinkContent Guidelines