HEART
  • WpView
    Reads 10
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jun 30, 2021
Teguh Amal Putra pria tampan calon Dokter Spesialis Bedah yang memiliki ekspresi sangat dingin layaknya seorang vampire. Tidak percaya akan yang namanya cinta menambah kesan dingin pada dirinya. Kedua orang tuanya yang sering bertengkar, pacarnya yang berselingkuh 4 tahun lalu, dan pengalaman dari sahabatnya yang gagal nikah setelah mengetahui jika calon suaminya ternyata sudah memiliki seorang Istri juga anak. Itu alasan yang membuatnya menjadi tidak percaya akan yang namanya CINTA. Baginya setiap hal yang ada di dunia ini pasti memiliki masa kadaluarsanya, termasuk CINTA. Terkecuali satu hal yang tidak akan pernah hilang, pergi ataupun kadaluarsa, yaitu rasa sayangnya terhadap Daniel Rizki Putra. Adik semata wayangnya yang mengidap kelumpuhan kaki sejak lahir. Tapi setelah bertemu dengan seorang wanita cantik bernama Tiara Batavia, perlahan tapi pasti pandangan jeleknya terhadap cinta, juga ekspresi dinginnya perlahan mulai memudar digantikan dengan ekspresi ramah yang diselimuti senyuman.
All Rights Reserved
#567
ceritacinta
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • CINDY : Sebelum Aku Pergi
  • Cinta Dan Kasih Sayang (Writing Temporarily Suspended)
  • DANGEROUS GABRIEL | Perjodohan (Complete)
  • Let's Make A Happy Marriage
  • Setelah Menikah
  • Rendra & Lila [END]
  • ANTAGONIS MOTHER || REVISI
  • Scond Life Fake Nerd

"Apa yang sanggup memisahkan dua hati yang saling mencinta? Katakan padaku, Cindy." Suara Rayven terdengar serak, seolah setiap katanya membawa luka yang tak bisa disembuhkan. Tatapan matanya merintih, memohon jawaban dari gadis yang berdiri di hadapannya-jawaban yang mungkin bisa menyelamatkan hatinya dari kehancuran. Cindy menatap tanah sejenak, bibirnya bergetar. Ia mengangkat wajahnya perlahan, menatap mata Rayven dengan pandangan yang dipenuhi air mata dan rasa sesal. Dengan suara yang lirih, sehalus angin yang menyesap di antara rinai hujan, ia menjawab: "Waktu, Rayven... dan tempat yang tak lagi sama." Air matanya jatuh, tanpa bisa dicegah, menyatu dengan tetes hujan yang membasahi dunia di sekitar mereka. Hujan turun seolah ikut menangis, mengiringi jiwa yang saling mencinta namun tak bisa bersama. Rayven menggeleng pelan, hatinya mencabik dari dalam. Ia meraih tangan Cindy, memohon dengan sisa harapan yang ia miliki, Namun Cindy menarik tangannya, perlahan tapi pasti, lalu melangkah mundur. "Kalau waktu memisahkan kita... maka aku akan menunggu selamanya!" Rayven berseru, suaranya nyaris patah. "Cindy, tolong... beri aku alasan! Kenapa kamu harus pergi? Kenapa bukan kita yang melawan dunia ini bersama?" Cindy tersenyum dalam tangisnya. "Karena tidak semua cinta ditakdirkan untuk dimenangkan, Rayven..." Kemudian ia berbalik, melangkah pergi, meninggalkan Rayven di tengah hujan yang kini terasa jauh lebih dingin dari sebelumnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines