RENJANA

RENJANA

  • WpView
    Reads 60
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, May 27, 2023
"Dia memang cinta pertamamu, tapi kamu bukan cinta pertamanya" ........................................ Bukan hal yang mudah memang menaruh perasaan lebih ke sahabat kita sendiri, bertahun-tahun Anjani melepaskan rasa sukanya, banyak lelaki yang datang dalam hidupnya seolah membuka pintu hatinya untuk Anjani masuki, tapi tetap saja Anjani akan kembali ke sahabat sekaligus cinta pertamanya yaitu Sakya Anjani tak peduli sakitnya menaruh harapan lebih ke sahabatnya , tak peduli sakitnya melihat cinta pertamanya menjalin hubungan dengan teman perempuannya sendiri, karena tetap saja Anjani tidak bisa membuang perasaan ini. Anjani berprinsip bahwa cinta memang tidak harus memiliki tapi... bukankah mencintai sendirian selama bertahun - tahun itu menyakitkan? Anjani tidak boleh egois sahabatnya juga memiliki hak untuk menyukai gadis lain bahkan jika itu teman perempuannya sendiri. Anjani sadar mungkin sebenarnya Sakya tau Ia mencintainya tapi sahabatnya itu memilih diam karena tidak bisa membalas perasaannya. Memang benar, mengenal lama tidak menjamin bahwa cintanya akan berlayar. Tapi apakah penulis akan membuatnya bersama sebagai dua orang yang saling mencintai ataukah sebatas sahabat?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Antara Pagar dan Perasaan
  • The Chance
  • Andira [End]
  • CINTA SEPIHAK
  • ALEAGAS [END]
  • Salah Sangka,Salah rasa!
  • Sour Seventeen
  • Imaginary Boyfriend
  • Dia Datang,., [END]
  • Ghoasting? Tinggalin!

Arvino Reyhan Dirgantara - atau Ehan, dikenal sebagai cowok kalem, sedikit dingin, dan susah ditebak. Sementara Azalea Vianita Anjani - atau Aza, cewek ceria tapi gengsian, selalu punya jawaban sarkas untuk semua hal yang berbau romantis. Mereka duduk di kelas yang sama. Satu sekolah. Satu lingkungan. Bahkan... satu gang rumah. Hubungan mereka? Jauh dari kata akrab. Saling lempar pandangan malas tiap papasan. Saling sindir kalau disuruh kerja kelompok bareng. Dan saling tutup telinga soal gosip yang nyebar soal "cocok-cocokan" dari teman sekelas. Tapi segalanya berubah saat hujan turun deras di suatu sore, dan satu payung mempertemukan mereka di bawah langit abu-abu. Sedikit demi sedikit, percakapan yang awalnya dingin mulai menghangat. Tatapan yang awalnya biasa, jadi terasa beda. Masalahnya? Mereka terlalu gengsi untuk jujur soal perasaan masing-masing. Di antara pagar rumah yang hanya dibatasi semak kecil, dua hati diam-diam tumbuh rasa - meski belum siap untuk mengakuinya. ---

More details
WpActionLinkContent Guidelines