SYAIR BUNGA ANGSANA

SYAIR BUNGA ANGSANA

  • WpView
    Reads 86
  • WpVote
    Votes 13
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadMatureComplete Thu, Jul 8, 2021
Hujan, guguran bunga Angsana, dan bulan purnama. Ranum harus menghadapi kenyataan pahit dalam hidupnya. Kebencian, diasingkan, dan pertarungan dengan dirinya sendiri. Segala cara dan hal Ranum telah lakukan untuk memutus rantai yang membelenggunya. Hingga seorang Erlangga Abimanyu tiba-tiba muncul dan memasuki hidupnya. perlahan-lahan, Erlangga menguat rahasia terbesar Ranum yang membuat Ranum harus menentukan hidup atau mati. Akankah Ranum memilih pilihan yang tepat? Akankah pertemuannya dengan Erlangga menjadi pertanda baik? Ataukah sebaliknya?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Di Antara Keheningan
  • Midnight Rules (HARQEEL AU)
  • The Archer and The Hacker
  • [Complete] Fate in Chains
  • Pada Akhirnya, Aku Pulang
  • Sunrise di Langit Derawan
  • Poison Of Love
  • Embrace again, Arnan
  • Dalam Rintik yang Sama
  • Hujan pada Suatu Sore di Bulan April

Hujan turun tanpa henti, membasahi setiap sudut kota yang kelabu. Di antara orang-orang yang terburu-buru mencari tempat berteduh, satu gadis berdiri sendiri di tepi jalan. Basah kuyup, tubuhnya gemetar, tapi tatapannya tetap lurus ke depan. Ia melangkah perlahan, tanpa tahu... lampu lalu lintas telah berubah hijau. Dari balik kaca toko roti kecil, seorang pria melihatnya. Tanpa pikir panjang, ia menerobos keluar, menerjang hujan, dan menariknya mundur sebelum suara klakson menyayat udara. "Ya Ampun, kalau mau nyebrang lihat sekeliling dulu, dong!" Gadis itu hanya terdiam. Matanya menatap kosong, tidak takut... hanya asing. Kemudian ia mengangkat tangan, dan dengan gerakan sederhana yang nyaris tak terlihat, ia berkata tanpa suara: Aku tidak bisa mendengar. Saat itu, waktu seakan berhenti. Di bawah hujan yang deras, dua orang yang tumbuh di dunia yang berbeda-saling bersentuhan untuk pertama kalinya. Bukan dengan suara, tapi dengan rasa. "Dunia kami mungkin berbeda, namun dalam keheningan dan kebisingan itu, kami menemukan cara untuk saling merasakan dan mengerti." - Rakasha.

More details
WpActionLinkContent Guidelines