DeNSa

DeNSa

  • WpView
    GELESEN 4,970
  • WpVote
    Stimmen 359
  • WpPart
    Teile 5
WpMetadataReadErwachseneninhaltLaufend
WpMetadataNoticeZuletzt aktualisiert Mo., Jan. 9, 2023
Devin Aditama, laki-laki tampan yang baik hati. Tidak ada sifat dingin atau temperamen. Hanya sifat lembut dan perhatian yang ia miliki. Memiliki seorang kekasih sejak ia menginjak bangku SMP, dan semakin menambah hidup Devin Aditama menjadi sempurna. Hingga kejadian yang tidak seharusnya terjadi malah terjadi, "Tapi nanti dedek bayinya nggak punya papah!" Safira Wijaya. "Safira pengen Devin hikss!" "Tapi Devin bukan punya Safira!" Alpha Wijaya. Bukan tentang sakit hati, tapi untuk kebahagiaan hati. Cerita ringan tanpa konflik yang berarti! Terimakasih sudah berkunjung kemari! Jangan jadi bawang merah berkulit putih ya cantik!!
Alle Rechte vorbehalten
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • ALVANSA [Completed]
  •  Boyfriend
  • She is fake nerd?✔(Proses Revisi)
  • Di Masa Putih Abu - Abu
  • NAYVAN [END]
  • KAYLAN
  • ALSTARAN [END]
  • Masamasa Sekolah (hiatus)
  • Neyralgis||On Going
  •   Dia nadine

Cerita ini merupakan sequel dari My Enemy Is My Husband, cerita yang aku tulis sebelumnya Dan ini merupakan kelanjutan dari cerita tersebut yang menceritakan tentang perjalanan hidup anak-anak mereka "Sini"ucap Alin setelah kembali ke kamarnya tadi sambil menepuk pahanya, Vansa pun hanya menurut "Kenapa bisa berantem?"tanya Alin sambil mengobati luka Vansa "Gak tau, tadi dia tuba-tiba nyerang gitu aja"jawab Vansa sambil menatap wajah serius Alin dari bawah "Emang iya?"tanya Alin lagi "Iya Angelina Salsa Fernando"jawab Vansa sambil mengubah posisinya menghadap ke perut Alin "Masih sakit?"tanya Alin sambil mengelus pipi Vansa "Masih! Kalo belum lo cium"ucap Vansa sambil menatap wajah Alin "Sa ae modusnya lo bambank"cibir Alin sambil menekan luka pada pipi Vansa "Sakit Alin!"ketus Vansa "Eh maap lupa"jawab Alin cengengesan sambik mengusap pipi Vansa "Masa diusap doang sih! Kan gue mintanya di cium"ucap Cup "Udahkan"ucap Alin setelah mencium pipi Vansa yang lebam tadi "Emm jadi makin sayang"ucap Vansa sambil memeluk punggang Alin masih dengan posisi berbaring dipaha Alin "Tidur gih"titah Alin "Sama lo ya?"pinta Vansa dengan wajah memelas Dari pada gantung mendingan langsung baca:)

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien