Zeana

Zeana

  • WpView
    Reads 50
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jul 22, 2023
Playboy yang sering gonta-ganti cewek bertemu dengan gadis jutek yang sama sekali belum pernah merasakan rasanya pacaran. "Lo kenapa gak ngabarin gue pas udah sampe rumah?" "Emang harus?" "Iyalah! Lo gak tau gimana khawatirnya gue!" "Kalo tau pacaran se ribet ini, ogah banget gue pacaran!" ------------ Tentang sebuah kisah klasik, yang semoga saja asik, dan dapat membuat kalian tertarik ^_^ Peringatan!!! Bahasa yang digunakan banyak yang tidak baku ya bestieee <3 Happy Reading!!!
All Rights Reserved
#920
playboy
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Caramel
  • Fuck Boy
  • VERA DENADIS KEYNA
  • Awan Untuk Pelangi ( SELESAI )
  • PESAN TERAKHIR [END]
  • 180° [END]
  • Badai Tak Berujung [ON GOING]
  • LENATHAN (hiatus)
  • DERAN
  • Because I'm Stupid (End)
Caramel

[ T A M A T ] "Punya mulut dijaga!" desis Caramel. "Ngapain gue jaga mulut gue buat orang yang kasar dan nggak tau sopan santun kaya lo!" balas Malvin ketus. Caramel mengangkat sebelah alisnya lalu berjalan mendekat kearah Malvin hingga jarak diantara mereka hanya tersisa setengah jengkal saja. Caramel berjinjit menyamai tinggi Malvin lalu ia langsung menggigit bibir bawah cowok itu dengan kencang. "Kan gue udah bilang, punya mulut dijaga." Caramel menyunggingkan senyum lalu melangkah pergi dari sana. Berawal dari pertemuan yang tak mengenakan dengan cowok berperawakan tinggi itulah yang malah membuat Caramel tak bisa jauh-jauh darinya. Selalu ada saja kejadian-kejadian yang melibatkan keduanya yang membuat mereka jadi tambah dekat satu sama lain, seperti seakan-akan mereka tercipta memang untuk dipersatukan. Cowok dengan nama belakang Adhitama itu telah berhasil menjadi kelemahan Caramel si gadis egois. Bertengkar karena hal spele sudah menjadi hal yang biasa bagi keduanya, sebab mereka bersatu pun karena sebuah rasa benci. Rasa benci yang kemudian berkamuflase menjadi rasa ingin memiliki. Tapi akankah mereka bisa terus bertahan dengan sifat egoisnya masing-masing?

More details
WpActionLinkContent Guidelines