Jejak Kata

Jejak Kata

  • WpView
    Membaca 180
  • WpVote
    Vote 27
  • WpPart
    Bab 13
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Kam, Mar 14, 2024
WpInfo
Fiksi
Romansa
Menyukaimu dan mencintaimu adalah pilihan yang aku buat sendiri. Tanpa ada paksaan. Termasuk pilihan untuk melepasmu sebagai cinta pertamaku. Jatuh bangun aku meyakinkan diriku sendiri bahwa kamu adalah orang yang aku cintai. Tapi mungkin Allah punya jalan untuk meyakinanku bahwa orang lain adalah cintaku. Aku memang mencintaimu. Sungguh!Tapi mungkin Allah lebih mencintai kita berdua. Aku melepasmu bersama ikhlas yang mengudara ke langit. Semoga Allah pertemukan kita dalam keadaan yang baik.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#19
jejakkata
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Jauh. Esok Nanti atau Selamanya
  • Takdir Terbaik
  • CHEOSSARANG (Complete)
  • 2 IMAN 1 AAMIIN || UN1TY [▪︎FULL EPS▪︎]
  • H(our)s
  • Dua Jejak (novel teaser)
  • Ini Cinta Atau Bukan?
  • Surat Untuk Takdir [ ON GOING ]
  • HATI💔 YANG TERPILIH
  • flashback~

Bagaimana jika perasaan itu tumbuh tanpa izin, hadir tanpa undangan, dan tinggal terlalu lama dalam hati yang tak pernah disapa? Ini adalah kisah tentang mencintai dalam diam. Tentang seseorang yang tidak pernah diminta untuk datang, tapi jadi alasan untuk bertahan. Harapan yang disimpan rapi di pojok hati, tak pernah diminta untuk dibalas, hanya ingin dimengerti. "Jauh. Esok nanti atau selamanya" bukan sekadar cerita cinta. Ini adalah perjalanan jiwa-tentang perjuangan tanpa jaminan, tentang kehilangan tanpa kata, tentang kecewa yang tak terucapkan, dan tentang harapan yang tetap tumbuh meski tahu ia tak akan pernah dipetik. Jika kamu pernah berharap pada seseorang yang bahkan tak tahu kamu ada, mungkin cerita ini adalah tentangmu juga. Karena mencintai yang paling tulus, kadang justru tak perlu memiliki-cukup mengikhlaskan, dan diam-diam mendoakan.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan