Sweet Memories in Middle School

Sweet Memories in Middle School

  • WpView
    Reads 75
  • WpVote
    Votes 17
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jul 3, 2021
Berkisah tentang seorang remaja yang bernama Alena Wanda Amira dia adalah salah satu murid di SMP 3. dan dia sedang jatuh hati pada kakak kelasnya, yaitu Brayen Abasya Ricolas. Brayen juga adalah salah satu murid di SMP 3, Brayen mempunyai wajah tampan dan pastinya selalu diincer oleh semua wanita. Alena juga memiliki sahabat dekatnya di SMP yaitu Amanda Lika Hasana dan Arnovea Angelica. Begitupun dengan Brayen dia juga memiliki sahabat dekat di SMP yaitu Rava Novembrio Putra dan Marvin Jensen. Disetiap pertemuan pasti ada perpisahan. Perpisahan adalah hal yang paling menyakitkan. But it should make sweet memories<3 On Going.
All Rights Reserved
#6
kenanganmanis
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DeaSea
  • My Ice Girlfriend [END]
  • ALFHASSA
  • Baper Dibalik Ribut
  • Kakak kelas Amburasud!
  • Selebgram [end]
  • ALDION [END]
  • ALENA &  ALDO
  • cinta rahasia disekola
  • The past
DeaSea

Ikan hiu makan Nadea I love you yang baca "Hah?!" teriakku spontan. Cinta yang terbentuk dari hati seorang gadis pindahan dari kota dan sekolah lain. Perasaan yang tak asing dari hatinya itu berhasil muncul dalam satu waktu. Dia merasakannya di saat mata hitamnya, dengan tak sengaja menatap siswa bermata teduh. Sean, namanya. Anak remaja yang benar-benar buta akan arti suka, arti sayang, dan tidak tahu arti cinta dengan lawan jenisnya ini, mendadak paham. Tanpa disadari, dia mengalami getaran hebat di dalam dadanya. Dan anak perempuan itu adalah aku, Nadea. °•°•° Alin, dia adalah gadis pecinta jepit pita garis keras. Dia juga yang menyemangati dan mengingatkanku di saat tahu kalau aku mencintai teman sekelasnya. Dia juga yang menghiburku ketika Sean memperkenalkan sosok Elisa di hadapanku. Dan Alin juga yang membuatku tertawa saat seorang Nino menggodanya. Dia benar-benar sahabat terbaikku. "AAA... NINO GILA!" dengan mata terpejam Alin berteriak. Aku tahu apa yang dilihat Alin, jadi aku hanya bisa bungkam sambil melihat ke arah Alin. Aku perlu mengatakan kalau ceritaku ini memang penuh keseruan dan candaan, juga tak jarang ada air mata yang harus keluar dari tempatnya. Tentu, aku sulit menghentikan itu. Dan ini yang kutanyakan, bisakah kisah ini berakhir dengan manis, semanis senyumku? °•°•° 🚫Don't Copast My Story🚫

More details
WpActionLinkContent Guidelines