Dian tak terlalu ambil pusing dengan kehidupannya. Baginya, hidup itu bagaikan hanyut dalam selokan. Hanya mengalir. Tak ada gunanya melihat ke belakang. Percuma juga menduga masa depan. Suatu hari Doni, sahabat Dian, menyatakan perasaannya kepada Irina, Ketua OSIS dari SMK Abdi Nusa. Namun, ketika Dian menyusul Doni ke tako, Irina telah terbunuh. Sedangkan Doni menghilang tanpa jejak. Polisi menetapkan Dian dan Doni sebagai tersangka. Dian nekat menyelidiki kasus ini bersama Erwin dan Celline bermodalkan petunjuk yang ia curi dari TKP untuk mencari Doni dan juga membersihkan namanya. Tanpa mereka sadari, mereka sedang menggali kenangan pahit.
Plus d’Infos