Story cover for Perjalanan Kata by theDreamer911
Perjalanan Kata
  • WpView
    Reads 104
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 12
  • WpView
    Reads 104
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 12
Ongoing, First published Jul 01, 2021
Tulisan ini bukanlah buku, bukan juga buku diary. Tulisan ini hanyalah catatan kata-kata yang tak perlu diikuti, yang mana muncul dari prespektif positif dari setiap kejadian. Ide penulisan juga tak selalu ada dalam skala harian, kadang mingguan bahkan bulan. Tapi intinya, ini hanya tulisan - tak lebih dan tak kurang
All Rights Reserved
Sign up to add Perjalanan Kata to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
Coretan Sera (HIATUS)  by saharahaa
5 parts Ongoing
Sera, seorang gadis muda yang selalu menemukan kebahagiaannya dalam keramaian dan interaksi sosial, perlahan menyadari bahwa ia telah mengorbankan kebahagiaan pribadinya demi orang lain. Sejak kecil, ia percaya bahwa kebahagiaan sejati datang dari dikelilingi oleh banyak orang, dari menjadi pusat perhatian, dan dari memberikan segala yang ia miliki untuk menyenangkan orang-orang di sekitarnya. Namun, keyakinan itu mulai runtuh ketika ia merasakan pahitnya kenyataan bahwa sebagian besar dari "teman-teman" itu hanya datang saat mereka membutuhkan, meninggalkan Sera sendirian saat badai kehidupan menerjang. Kesendirian yang ia rasakan di tengah keramaian menjadi lebih menyakitkan daripada kesendirian yang sesungguhnya Dalam keputusasaan, Sera teringat akan nasihat ibunya: "Setiap masa pasti ada orangnya; dan setiap orang pasti ada masanya." Nasihat ini, yang dulu hanya ia anggap sebagai kalimat bijak biasa, kini mulai menemukan makna yang mendalam. la mulai bertanya-tanya, apakah masanya untuk belajar mencintai diri sendiri telah tiba? Apakah orang yang paling penting di dalam hidupnya adalah dirinya sendiri? la menarik diri sejenak dari hiruk pikuk, mencoba memahami siapa dirinya tanpa label-label yang diberikan orang lain. la belajar mengatakan "tidak" tanpa rasa bersalah, menetapkan batasan, dan memprioritaskan kesehatan mentalnya. Proses ini tidaklah mudah. Ada rasa takut kehilangan, rasa bersalah, dan kecanggungan di awal. Namun, dengan setiap langkah kecil, Sera menemukan secercah cahaya. la mulai melakukan hal-hal yang dulu ia tunda demi orang lain: membaca buku yang ingin ia baca, menjelajahi tempat baru sendirian, dan menulis jurnal untuk mencurahkan isi hatinya. Dalam kesendirian yang ia peluk, ia menemukan sebuah keheningan yang menyembuhkan, sebuah kedamaian yang tak pernah ia rasakan sebelumnya. la menyadari bahwa "kita hanya membutuhkan keheningan untuk mempertahankan jiwa yang waras, di tengah dunia yang sangat keras."
ELEGANCE IN THE CHAOS by LumineBelle
5 parts Ongoing
Dalam dunia yang kacau, seorang wanita memulai perjalanan penemuan diri, penyembuhan, dan kekuatan yang tenang. Elegance in the Chaos adalah eksplorasi mendalam tentang jiwa yang belajar berkembang di tengah badai kehidupan. Melalui patah hati, keraguan diri, dan pelajaran tak terduga, dia menemukan bahwa elegansi sejati bukan tentang kesempurnaan, tetapi menerima bagian diri yang berantakan dan indah. Buku ini mengajak pembaca memasuki dunia intim penulis, di mana setiap bab menjadi langkah menuju penyembuhan. Dimulai dengan pengakuan tentang tekanan hidup, pertempuran batin, dan topeng-topeng yang kita kenakan, sang penulis menghadapi perjuangan terdalam-patah hati, ketidakamanan, dan pencarian pengakuan-dan belajar bahwa cinta diri adalah perjalanan untuk merebut kembali kekuatan. Melalui cerita yang rentan dan refleksi yang memberdayakan, Elegance in the Chaos membawa pembaca dalam perjalanan emosional, mengeksplorasi tema melepaskan, menerima diri, dan kekuatan lembut namun tangguh. Ini adalah pengingat bahwa bahkan dalam masa tergelap, kita menemukan cahaya dengan menjadi diri sejati. Dengan bab-bab seperti Retak yang Membentuk Cahaya, Aku Tidak Perlu Dimengerti Semua Orang, dan Mencintai Tanpa Kehilangan Diri, buku ini bukan sekadar kata-kata, melainkan tempat perlindungan, di mana pembaca menemukan kenyamanan dan kekuatan. Setiap halaman mengingatkan kita bahwa penyembuhan, meskipun lambat dan berantakan, sangat berharga. Dalam bab terakhir, penulis menerima kekacauan hidup dan mengundang pembaca untuk melakukan hal yang sama. Ini adalah perjalanan yang terus berlanjut-tentang menjadi, bersinar dengan tenang, dan memilih untuk berkembang meskipun dunia runtuh. Elegance in the Chaos adalah untuk mereka yang dalam perjalanan penyembuhan, yang butuh izin untuk menjadi lembut, rentan, dan menerima kekacauan indah dalam hidup.
You may also like
Slide 1 of 9
Coretan Sera (HIATUS)  cover
ELEGANCE IN THE CHAOS cover
Jodoh Kedua (END) cover
Suamiku Amnesia (REPOST) cover
Manuskrip Rasa cover
Quotes Islami cover
The Puzzle Of Life cover
It's Okay, Kamu Normal ! cover
Aku (hampir) Menyerah ✔️ | END cover

Coretan Sera (HIATUS)

5 parts Ongoing

Sera, seorang gadis muda yang selalu menemukan kebahagiaannya dalam keramaian dan interaksi sosial, perlahan menyadari bahwa ia telah mengorbankan kebahagiaan pribadinya demi orang lain. Sejak kecil, ia percaya bahwa kebahagiaan sejati datang dari dikelilingi oleh banyak orang, dari menjadi pusat perhatian, dan dari memberikan segala yang ia miliki untuk menyenangkan orang-orang di sekitarnya. Namun, keyakinan itu mulai runtuh ketika ia merasakan pahitnya kenyataan bahwa sebagian besar dari "teman-teman" itu hanya datang saat mereka membutuhkan, meninggalkan Sera sendirian saat badai kehidupan menerjang. Kesendirian yang ia rasakan di tengah keramaian menjadi lebih menyakitkan daripada kesendirian yang sesungguhnya Dalam keputusasaan, Sera teringat akan nasihat ibunya: "Setiap masa pasti ada orangnya; dan setiap orang pasti ada masanya." Nasihat ini, yang dulu hanya ia anggap sebagai kalimat bijak biasa, kini mulai menemukan makna yang mendalam. la mulai bertanya-tanya, apakah masanya untuk belajar mencintai diri sendiri telah tiba? Apakah orang yang paling penting di dalam hidupnya adalah dirinya sendiri? la menarik diri sejenak dari hiruk pikuk, mencoba memahami siapa dirinya tanpa label-label yang diberikan orang lain. la belajar mengatakan "tidak" tanpa rasa bersalah, menetapkan batasan, dan memprioritaskan kesehatan mentalnya. Proses ini tidaklah mudah. Ada rasa takut kehilangan, rasa bersalah, dan kecanggungan di awal. Namun, dengan setiap langkah kecil, Sera menemukan secercah cahaya. la mulai melakukan hal-hal yang dulu ia tunda demi orang lain: membaca buku yang ingin ia baca, menjelajahi tempat baru sendirian, dan menulis jurnal untuk mencurahkan isi hatinya. Dalam kesendirian yang ia peluk, ia menemukan sebuah keheningan yang menyembuhkan, sebuah kedamaian yang tak pernah ia rasakan sebelumnya. la menyadari bahwa "kita hanya membutuhkan keheningan untuk mempertahankan jiwa yang waras, di tengah dunia yang sangat keras."