for you
  • WpView
    Membaca 120
  • WpVote
    Vote 61
  • WpPart
    Bab 1
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sab, Jul 3, 2021
"selamat jalan semestaku" "selamat tinggal duniaku" -------------------------------------------------- "cinta kita itu seperti homogen kalau sudah larut tidak akan bisa terpisahkan" -------------------------------------------------- "kita terlalu jauh untuk bisa saling menggenggam bukan soal rasa tapi tuhan" -------------------------------------------------- "di iman yang berbeda, berujung dengan amin yang sama tidak bisa bersatu, sepenuh hati tetap berdoa tuhan tidak jahat,kita yang terlalu memaksakan" -------------------------------------------------- ❝𝓾𝓷𝓽𝓾𝓴𝓶𝓾 𝓵𝓮𝓵𝓪𝓴𝓲 𝔂𝓪𝓷𝓰 𝓲𝓷𝓰𝓲𝓷 𝓴𝓾 𝓪𝓳𝓪𝓴 𝓫𝓮𝓳𝓪𝓵𝓪𝓷 𝓫𝓮𝓻𝓼𝓪𝓶𝓪 𝓼𝓮𝓾𝓶𝓾𝓻 𝓱𝓲𝓭𝓾𝓹𝓴𝓾 𝓽𝓪𝓹𝓲 𝓱𝓪𝓷𝔂𝓪 𝓼𝓮𝓫𝓪𝓽𝓪𝓼 𝓪𝓷𝓰𝓪𝓷 𝔂𝓪𝓷𝓰 𝓪𝓴𝓪𝓷 𝓶𝓮𝓷𝓳𝓪𝓭𝓲 𝓵𝓾𝓴𝓪❝
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#32
tunarungu
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • BarraKilla
  • Bayi Dosenku 2
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • Mutualism Symbiosis[Hiatus]
  • Living with Brothers  [TAMAT]✓
  • Sepasang Sepatu Tanpa Arah [END]
  • TITIK AKHIR.
  • Serpihan Luka
  • satu Hati Beda Agama
  • RAYYA & REVAL (completed)

LENGKAP! Follow akun ini sebelum baca🐧 Warning! Peringatan! Cerita ini bisa membuat kalian mengumpat, menangis, dan tertawa (jika satu SELERA)🍭 "Barr, aku juga nggak tahu kenapa Raden nyium aku." "Shit! Diem, Bego!" "Maaf." "Tahu nggak, kenapa gue nerima lo jadi pacar gue? Padahal lo yang nembak gue duluan di UKS dengan nggak punya malunya." "...." "Lo itu menyedihkan, Killa. Sangat menyedihkan. Gue selama ini cuma.... kasihan sama elo." "Barra, dada aku sakit." "See? Lo minta dikasihani lagi?" "Maaf." "Dan lo selalu mengatakan maaf biar lo semakin dikasihani." "Barra, kamu beneran mau aku pergi?" "Lo masih mau di sini? Nggak tahu diri banget. Habis ciuman sama suami orang, masih mau sama gue. Karena cuma gue yang bisa ngasih lo segalanya. Gue jijik sama elo." "Makasih, ya, udah mau jadi pacar Killa. Udah mau bahagiain Killa. Hehehe. Kita akhirnya pisah." "Gue nggak mau lihat lo lagi." "Hehehe." "...." "Barrabas Mahesa, makasih udah pernah jadi yang terbaik buat Killa." I loved, and I loved and I lost you. I loved, and I loved and I lost you. I loved, and I loved and I lost you. Titik tertinggi mencintai adalah tahu diri untuk menerima sebuah kehilangan. "Barra, kenapa cara kamu mencintai aku kayak gini?" • Demi kenyamanan Anda saat membaca, disarankan memfollow akun penulis terlebih dahulu. • Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi dalam cerita ini tanpa izin tertulis dari penulis. Semua yang ada dalam cerita ini murni hasil pikir penulis, maaf jika ada kesamaan nama, tempat, karakter, dan sebangsa itu. Selamat membaca!

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan