Story cover for Perkara Hati by Aayraini
Perkara Hati
  • WpView
    Reads 179
  • WpVote
    Votes 29
  • WpPart
    Parts 13
  • WpView
    Reads 179
  • WpVote
    Votes 29
  • WpPart
    Parts 13
Ongoing, First published Jul 01, 2021
Kala takdir mengalahkan cinta aku bisa apa? Keringpun air mataku tak akan membuat semuanya kembali. Tanpa aku berkatapun dunia tahu aku mencintaimu lebih dari apapun. 

Kita masih saling mencintai. Namun semesta sangat kejam. Takdir memisahkan kita. Aku kehilanganmu dan semua salahku yang terlalu egois.

Pergilah karena bahagiamu bukan bersamaku. Berjanjilah untuk hidup dengan bahagia. Dengan begitu aku tidak merasa cintaku sia-sia.
All Rights Reserved
Sign up to add Perkara Hati to your library and receive updates
or
#516menunggu
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 10
IF YOU cover
Titik Terang [Sudah Terbit] cover
SUDAH TERBIT "Bagai Hujan Di Musim Kemarau" cover
Menelusuri hati cover
Remember Me As A Time of Day✅ cover
Misunderstand cover
Rendra & Lila [END] cover
You (J & M) cover
[3] My Wife Stella cover
Trial & Error cover

IF YOU

15 parts Ongoing

Bagaimana jadinya ketika aktor muda jatuh cinta dengan wanita yang 20 tahun lebih tua darinya? Akankah usia bukan penghalang? Wanita yang memeluk luka masa lalunya sendirian Ketika takdir sudah mengambil alih, bahkan ketika aku dan kamu adalah mustahil. Kita akan bertemu lagi dengan rasa yang sama. Takdir adalah benang halus yang tak terlihat, mengikat tanpa memberi isyarat. Aku pernah percaya bahwa kehilanganmu adalah tragedi terburuk dalam hidupku, luka yang tak mungkin sembuh oleh waktu. Aku menunggu, berharap, meski perlahan harapan itu berubah menjadi sia-sia. Namun, ketika semua terasa hampa, saat langkahku nyaris berhenti, kehadirannya datang seperti cahaa fajar diujung gelap. Penantianku yang panjang akhirnya menemukan jawabannya. Tapi, apakah ini benar-benar akhir dari duka atau awal dari cerita yang lebih rumit? Aku menghidupkan sosokmu dalam setiap kata yang kutulis. Dalam baris-baris sunyi, kau kembali bernapas, hadir dalam imajinasi yang kurangkai dengan rindu. Meski dunia telah merenggutmu dariku, dalam tulisanku, kau tak pernah benar-benar pergi. Namun seiring pena menari diatas kertas, aku bertanya-tanya apakah aku yang menciptakanmu kembali, atau justru kau yang perlahan menarikku dalam dunia yang kupahat untukmu? Kaluna Putri Ketika waktu yang membawamu kembali