VICTORxHAINE SHORT LEMON DJ

VICTORxHAINE SHORT LEMON DJ

  • WpView
    Membaca 75
  • WpVote
    Vote 5
  • WpPart
    Bab 1
WpMetadataReadDewasaLengkap Kam, Jul 1, 2021
WpInfo
Fiksi
Fantasi
VICTORxHAINE Dimalam hari setelah kepulangan sang raja Victor stelah peperangan, memanggil sang pengajar pangeran Haine ke ruangnya dan membawa sebotol wine untuk merayakan kemenangan sang raja "Selamat malam sang raja, sebuah kehormatan dapat bertemu anda dimalam yang cerah ini." "Ya, duduklah kemari "Malam ini saya membawa wine putih Nedergranzreich, mungkin ini cocok untuk selera anda" "Hei heii.... Anak kecil tidak boleh membawa wine sembarangan loh..."(goda victor dengan candaannya)
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Katanya Jadi Anak Terakhir Enak - WOONHAK [Terinspirasi dari kisah nyata]
  • dragon&phoenix [ END ]
  • The Veil of the Elf Prince [ON GOING]
  • Thorns of the Throne
  • Dante | Nahyuck
  • Lolypop Boy🍭 ||Winwin (HIATUS Bentar)

Sejak hari itu, ayah tak pernah lagi menginjakkan kaki ke rumah. Tapi bayangannya masih menempel di tiap sudut di kursi kayu ruang makan, di seragam kerja yang masih tergantung di lemari, bahkan di kepala Wilano yang mulai sulit membedakan antara rindu dan benci. Dan suatu sore, saat langit menggantung kelabu dan gerimis turun perlahan, ledakan itu terjadi. "Gue bakal ke rumah Ayah bentar, mau ngobrol langsung," kata Rian pelan, mengambil jaketnya di gantungan. Suaranya hati-hati, tapi cukup untuk membakar emosi Seno yang sejak pagi sudah seperti bom waktu. "Ngapain lo ke sana?! LO PILIH DIA?!" Semua yang ada di ruang tengah menoleh. Suara Seno menggelegar, membuat udara di rumah seperti bergetar. Rian menoleh cepat, matanya melebar tak percaya. "Gue cuma mau bicara, Sen. Dia tetap ayah gue juga. Lo gak bisa larang gue ketemu orang yang selama ini ngerawat gue!" sahut Rian, nadanya naik. "Dia bukan ayah lo. Dia pengkhianat. Dan siapa pun yang masih mau bela dia... gak layak tinggal di sini." Suasana berubah tegang. Jaya berdiri setengah badan, siap menengahi kalau sewaktu-waktu keadaan makin memanas. Theo mengerutkan alis, tapi tetap tak banyak bicara. Wilano menatap semuanya dengan mata membesar. Dia tak mengerti, mengapa semuanya harus sejauh ini. Leon, yang sedari tadi diam, berdiri perlahan. "Kalau lo pikir begitu... gue ikut Bang Rian."

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan