My Lecturer My Imam

My Lecturer My Imam

  • WpView
    Leituras 151
  • WpVote
    Votos 16
  • WpPart
    Capítulos 3
WpMetadataReadConcluída ter, jun 28, 2022
Judul pertama: Ana Uhibukafillah Zawji Judul kedua: Dear Imamku Dijodohin oleh dosen sendiri? Apa aku bisa menjadi istri yang shalihah? Bagaimana kalau aku tidak pantas? Apapun yang terjadi aku harus siap. "Mas beruntung memiliki kamu Humairah ku" -Satya Mahendra Wijaya "Adek lebih beruntung memiliki kamu ya Habibi ku" -Adelya Fatimah Putri
Todos os Direitos Reservados
#763
islami
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • A [Completed]
  • Pangeran Syurga
  • ALISYA |𝐎𝐧 𝐠𝐨𝐢𝐧𝐠
  • Pahala Surgaku✓
  • Assalammualaikum, Ustadz [END]
  • Quwwatul Hub
  • Jodoh Terhalang Restu
  •  cinta berbeda manhaj [TAMAT]
  • Jodoh Pilihan Ibu

"Jangan liatin gue kayak gitu, gue ga suka." Ucap Aya terang-terangan. "Aya," panggilan itu entah kenapa terasa berbeda, Aya menjadi gugup. "Hm?" Aldi justru kembali diam, lagi-lagi malah menatapnya. "Kak sumpah gue ga suka ditatap lawan jenis begini. Lo to the point aja mau bahas apa, kalau engga lo bisa balik." Ucap Aya akhirnya. Aldi justru mengotak-atik ponselnya kemudian di sodorkan ke Aya. "Kenapa?" "Liat aja," Tanpa rasa curiga Aya mengambil ponsel itu. Ada sebuah video berlatarkan ruang rawat Ayahnya. Aya menatap Aldi bingung sebelum memutar video itu. Tangan Aya bergetar, inikah alasan Ayahnya meminta agar ia jangan membenci sang Ayah? "Tolong berusaha ikhlas dengan keputusan Ayah, tolong jangan benci Ayah karena itu." Ucap Ayahnya saat itu. Aya tidak tau harus apa. Aya tau pernikahan dalam video ini sah, setidaknya dalam agama. Jadi ia sudah menjadi istri Aldi dari kemarin? Dan tidak ada satupun yang mengatakannya? Bahkan Ayahnya juga tidak bertanya dahulu apa ia mau atau tidak. "Ayah tidak salah, beliau tidak ingin lo sendiri." Ucap Aldi hati-hati. "Tapi kita cuma orang asing. Lo bisa-bisanya nikahin gue gitu aja. Gimana kalau gue orang jahat? Gimana kalau lo yang orang jahat? Gu-gue..." Aya menggeleng. "Gue gatau," lanjut Aya pelan. Apa karena ini juga Papa Aldi mengatakan kalau Aya sudah mengambil anak laki-lakinya? Jadi Papa Aldi tidak merestui mereka? Rasanya Aya semakin dibuat pusing. Aya menggeleng, "Ini, ini semua masih ga masuk akal." Aldi tau Aya tidak akan menerima dengan mudah. Tapi ia sudah berjanji, tidak hanya dihadapan Ayah Aya dan para saksi, tapi juga dihadapan Allah.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo