CATWOMAN

CATWOMAN

  • WpView
    Reads 0
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jul 2, 2021
Namanya Feronica Agisthy, anak dari Om Agung dan Tante Uci. Sudah memakai kaos putih longgar serta celana training hendak pergi tidur. Saat sebelum memejamkan mata ia teringat akan artikel yg tadi siang dibacanya 'mengkhayalkan sesuatu yg indah sebelum tidur bisa membuat mimpimu juga sama indahnya' Ia mencoba berkhayal suatu yg indah yaitu pergi ke Dufan berdua dengan Charlie Puth. Memejamkan pelan mata 1 detik membuka mata detik berikutnya. Dan fwalaa apa yg dilihat saat ini cukup membuatnya membuka mulut selama 1 menit lamanya. Wow terdapat laki laki yg sedang memejamkan mata, terlihat sangat teduh, dan parah nya lagi dia berada dipelukan laki laki itu. ©start. 1/7/21 Cerita ini hanya fiksi belaka.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Why you Comeback
  • SARAH STORY
  • Being A Stupid Stepmother [END]
  • THE PRINCESS ANTAGONIS [How about me?]
  • Aureus Or Rere (Figuran PPB) TAHAP REVISI
  • Lady Antagonis (TAMAT)
  • THE BRANDAL GIRLS
  • Is Sugar<End|
  • [BL] Sudden Omega
  • My Duchess / End

"Kenapa kamu balik lagi? dan tadi kamu bilang apa? mau perjuangin aku? Udah nggak ada guna nya" ujar gadis itu dengan penuh penekanan kepada pemuda yang bernama lengkap Gemilang Pratama. "Kasih aku kesempatan sekali lagi Sa. Aku minta maaf atas semua hal yang terjadi dulu. Aku bakal jelasin semuanya...aku janji bakal buat kamu jauh lebih bahagia kali ini," Ujar Tama lirih dan penuh permohonan. Tangan Tama berusaha untuk memegang pergelangan tangan gadis yang ia panggil, 'Sa'. Namanya Dia Carissa, kerap kali dipanggil Sasa. Namun, tangan Tama justru ditepis oleh Sasa. Sasa menatap Tama dengan sorot mata yang tak bisa dijelaskan. Kekecewaan, kebencian, kerinduan, kecemasan, bercampur aduk dalam sorot mata Sasa. "Ga ada satupun kesempatan yang pantas aku berikan lagi ke kamu. Aku sangat berharap kamu MATI", ujar Sasa dan berlalu meninggalkan Tama dengan tergesa-gesa. Tama hanya bisa menatap kepergian Sasa dengan terpaku, pemuda itu terpaku pada kata terakhir yang dilontarkan oleh Sasa. MATI

More details
WpActionLinkContent Guidelines