Tunggu, apa yang terjadi padaku? Seharusnya aku udah mati karena kecelakaan....tapi kenapa aku sekarang menjadi Ann Liliana Vicherta, Sang Antagonist dari novel Our Lovely Vanca?
Aku tahu apa yang dilalui Ann apalagi dia itu karakter Favoritku. Mulai dari keluarganya yang lebih perhatian ke adiknya, ya siapa lagi kalo bukan Si Protagonist, Vanca Celina. Belum lagi Ann udah kek gak dianggap di keluarganya. Kasian banget, my fav :"
Oh ya, jangan lupa sama Male leadnya, yap Leo Xavier Artamura, cowok yang disukai dan dikejar-kejar Ann. Sayangnya, Leo cinta sama Vanca. Fiuhh...dan berending Ann mati ditangan Leo. Favku bodoh karena cinta, ih gak suka aku.
Ohoho, tapi santai aja, aku Silvia Clarissa akan menjadi antagonist yang terpintar untuk menjatuhkan segala masalah yang datang ke Ann. Alur novel ini akan kurusak. Berterima kasihlah padaku, Ann :)).
"Dunia novel ini penuh dengan plot twist yang gak ada di novel, anjir"
"Hmn...everything she said was bullshit. Just kill her"
"Baik, nona"
"Gue gak suka lo jauhin gue. Lo itu milik gue, Ann"
"Eh woi, gue itu milik gue sendiri. SADAR DIRI PLIS"
"Gue gak peduli. Selama gue hidup, lo punya gue. Jika gue gak bisa miliki lo, gak ada yang bisa miliki lo selain gue"
"Astaga, dah lah terserah lo"
"Ohh, jangan-jangan lo suka sama cowok lain? Kasih tau gue nama, kelas, sama alamatnya. Karena gue pengen dia mati, Ann"
"EH ANJIR"
1. Ini cerita ideku sendiri, yang plagiat atau apapun itu, sini yuk bicara 4 mata sama aku :))
2. Ada unsur 18+ tentang darah² sampai psikopat banget :))
3. Misal ada yang sama nih, tapi cuman sekilas doang, iya maaf sama yang penulis kaka² diatas yang pro, soalnya aku belajar dari mereka, sekali lagi maaf ya
4. Enjoy the story~~
Begin: 4 Juli 2021
End: ???
𝖠 𝗌𝗁𝗈𝗋𝗍 𝗅𝗈𝗏𝖾 𝗌𝗍𝗈𝗋𝗒 𝖻𝖾𝗍𝗐𝖾𝖾𝗇
𝑴𝒖𝒉𝒂𝒎𝒎𝒂𝒅 𝑺𝒂𝒚𝒇 𝔵 𝑨𝒊𝒓𝒊𝒔 𝑺𝒐𝒑𝒉𝒊𝒂
⊱ ────── {.⋅ ✤ ⋅.} ────── ⊰
"Jom kahwin?"
Tersedak Airis mendengar ajakan Sayf itu. Ajak kahwin macam ajak pergi makan saja gayanya.
"Nak bergurau ada masanya, Sayf." Tegur Airis, hanya menganggap ajakan Sayf itu sekadar gurauan.
"Inilah masanya," balas Sayf selamba.
Pipi Airis merona merah. Tambahan pula mata redup Sayf memandangnya tanpa lepas. Mahu saja dia benamkan mukanya ke dinding saat ini.
"Kita ni baru kenal kut. Takkan dah nak ajak kahwin?" Airis menyoal seraya ketawa kecil.
"I've loved you since day one, my flower," balas Sayf.
Antara perasaan cinta yang mula tumbuh dan realiti yang tidak menyebelahi mereka, mampukah Sayf dan Airis mencari bahagia? Atau cinta mereka hanya sekadar singgah sebagai takdir yang melukakan?
⊱ ────── {.⋅ ✤ ⋅.} ────── ⊰
⚠️ 𝐃𝐈𝐒𝐂𝐋𝐀𝐈𝐌𝐄𝐑 ⚠️
Segala nama, watak, tempat, dan kejadian di dalam karya ini hanyalah rekaan penulis semata-mata, kecuali jika dinyatakan sebaliknya. Persamaan dengan individu yang masih hidup atau yang telah tiada hanyalah satu kebetulan.
Karya ini mengandungi elemen yang menyentuh isu kesihatan dan konflik keluarga. Segala maklumat hanyalah sebagai latar cerita dan mungkin tidak tepat dengan situasi sebenar. Segala pertelingkahan keluarga juga hanyalah rekaan penulis semata-mata.
Bacalah dengan hati yang terbuka. Segala kata-kata sokongan, serta kecaman yang membina amatlah dihargai oleh penulis. Akhir kalam, selamat membaca.