Luka Yang Ku Rindu

Luka Yang Ku Rindu

  • WpView
    Reads 6
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jul 2, 2021
"Shaaa....nomor 7 caranya gimana" tanya Ervan "Hah? Gw gak salah denger? Seorang Ervan nanya soal matematika ke saingan nya sendiri? Sakit lu ya Van?" Sahut Shafa terheran "Loh...k-kan lu ketua kelompok nya, kata Bu Ratih kalo gak ngerti tanya ketua, yaudah gw nanya lu"jawab Ervan gugup karena berbohong Ervan menaruh dagu nya diujung siku tangan dan menyodorkan buku nya agar Shafa menjelaskan cara menyelesaikan soal-soal yang diberikan Bu Ratih. Shafa yang merasa bertanggung jawab akan setiap anggota nya mau tidak mau mengajari Ervan dan menaruh dagu diujung siku pula, posisi itu membuat jarak muka mereka sangat dekat kurang lebih hanya sekitar 10 cm, Shafa fokus mengajari Ervan dan menulis cara-cara nya sedangkan Ervan hanya sibuk memandangi wajah Shafa sambil senyam-senyum sendiri Mungkin Shafa sadar bahwa dirinya sedang dipandangi, namun ia bersikap profesional menunggu soal itu selesai baru akan hendak menampar Ervan yang memandanginya sangat dekat dari tadi. Namun, tak sempat soal selesai Shafa sudah sangat marah dan menatap balik Ervan dengan sangat tajam...mereka temu pandang cukup lama, Shafa yang tadinya ingin menampar seolah terbius dengan tatapan Ervan. "Ekhem....enak ya kalian, bukannya menyelesaikan soal-soal dari ibu malah liat-liatan mana jarak muka nya gak nyampe satu jengkal...mau berbuat mesum ya kalian disekolah? " Tuduh Bu Ratih muncul ditengah- tengah muka Shafa dan Ervan
All Rights Reserved
#579
sweet
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  •  CHARIVA SQUAD
  • Be Yours
  • Fated To Marry You(Tamat)
  • GUNFA
  • DIA PERGI?!
  • Don't Love for DEVIL'S (HIATUS)
  • ALVANSA [Completed]
  • JATUH GAK CUMAN SEKALI
  • Rieril

"semoga kita selalu bersama sama ya,"ucap gadis cantik berambut sebatas pinggang yang bernama tag Chariva. "semoga aja," jawab laki laki berparas tampan yang sedikit acak acakan bernama tag Adit. "senjanya indah banget,"ucap Riva dengan senyuman. "Namanya juga senja de," jawab Randi yang tengah bermain hp. Setelah sekian lama berdiam diri dengan kegiatan mereka masing masing. Tiba tiba Riva bangkit dari duduknya dan pergi entah kemana. "Barudak,"panggil Soni. "Naon?"saut Sandi. "Kenapa tuh si ademalah pergi," tanya Wisnu yang keheranan. "Gak tau tuh," jawab Adit. Baru saja di bicarakan, tiba tiba Chariva datang dengan membawa kantong plastik di tangannya. Setelah di buka kantong plastik itu, ternyata berisikan es krim yang baru saja di beli oleh Riva di depan sana. "Widih beli es krim Ade beli?" Tanya Adit seraya bangkit dari duduknya untuk mengambil es krim miliknya. chariva yang di tanyain seperti itu tentunya mengangguk. "iya a," ucap Riva sambil membuka bungkus es krim miliknya. Saat es krim milik Riva terbuka, dia mengoleskan sedikit es krim itu ke tangannya dan mengarahkan tangan yang terkena es krim itu ke arah Adit. "Riva," reflek Adit saat tangan Riva yang terkena es krim itu berhasil mengenai wajah Adit. "Hahaha ," tawa Riva seraya berlari agar tidak bisa tertangkap oleh Adit yang juga ingin mengoleskan es krim. Saat Chariva dan Adit sibuk berlarian di situ Randi, Sandi, Soni dan Wisnu hanya duduk memakan es krim dan memandangi kedua orang tersebut itu. "Lucu ya," ucap randi seraya memakan es krim miliknya. "Iyaa semoga bisa terus kayak gini," Jawab Soni dengan memakan es krim dan memotret dua orang tersebut itu dari jarak jauh. "hahaha," tawa mereka bersama. senja ini menjadi saksi kedekatan antara mereka berenam. Semoga mereka bisa terus seperti ini sampai nanti.

More details
WpActionLinkContent Guidelines