Dosen favorit ku[ON Going]

Dosen favorit ku[ON Going]

  • WpView
    Reads 66
  • WpVote
    Votes 24
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jul 4, 2021
Cerita ini menceritakan seorang gadis yang memfavoritkan dosen nya, sangat terdengar aneh bukan? Raisa Anastasia adalah gadis yg memfavoritkan dosen nya setiap kali bertemu dengan dosen itu pasti selalu berteriak teriak tidak jelas mau tau kelanjutan ceritanya?gas baca. ‌ ⚠️ WARNING ⚠️ "CERITA INI MENGANDUNG KATA KASAR BUAT KALIAN YG NGGA SUKA SILAHKAN SKIP" CERITA PERTAMA KU DIWATTPAD maap jika ada kata yg tidak mengenakan
All Rights Reserved
#50
raisa
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Alistair Arkatama
  • Dear Dosen Killer[Completed✔]
  • ᶜᵃⁿ ʰᵃᵗᵉ ᵐʸ ˡⁱᶠᵉ (on going)
  • My Lecturer is My Husband
  • Love Architecture 101
  • Mari Saling Bicara
  • My Lecturer Is My Roommate
  • Bad Scene
  • DOSEN BUCIN - (TAMAT)
  • Takeaway

Lia tumbuh dalam sunyi yang tidak pernah benar-benar terlihat. Ia belajar sejak kecil bahwa berbicara dan diam sering kali menghasilkan hal yang sama: tidak didengar. Kata-katanya berakhir sebagai gema yang hilang di antara kesibukan orang lain, sementara perasaannya perlahan terkubur oleh harapan dan penilaian yang tidak pernah ia minta. Kehilangan ayah menjadi luka pertama yang mengubah cara Lia memandang dunia. Sosok yang pernah menjadi tempat pulang itu hilang terlalu cepat, meninggalkan ruang kosong yang tak pernah benar-benar terisi. Sejak saat itu, ia berjalan dengan hati yang setengah tertinggal di masa lalu, membawa rindu yang tidak memiliki tujuan dan pertanyaan yang tidak memiliki jawaban. Di tengah keluarganya sendiri, Lia sering merasa seperti orang asing yang kebetulan memiliki nama yang sama dalam sebuah silsilah. Ia hadir, tetapi keberadaannya jarang benar-benar dirasakan. Ia berusaha menjadi cukup baik untuk diterima, cukup kuat untuk dibanggakan, dan cukup sabar untuk dipahami. Namun semakin keras ia mencoba, semakin ia merasa bahwa dirinya hanyalah bayangan yang mudah dilupakan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines