Minimum (AiRa) (End)

Minimum (AiRa) (End)

  • WpView
    Reads 359
  • WpVote
    Votes 76
  • WpPart
    Parts 28
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Sep 19, 2021
"Aighaaaaaaaam!" Teriak Chaira frustasi. Melihat Aigham tidur disaat belajar bersama di rumah Chaira. "Parah sih Aigham." Lirih Zefanya tersenyum miris. Chaira menggoyangkan tubuh Aigham yang tidur di atas buku. "Banguuuuuuuun." Aigham masih saja enggan untuk membuka matanya, padahal Chaira mengguncang tubuhnya keras. Sampai akhirnya Chaira berhenti sejenak, berpikir apa yang harus dilakukan. Muncul lah ide cemerlang di otaknya. "Gue itung Sampek tiga! Kalo ga bangun, jangan harap dateng kerumah, trus jangan harap gua mau ngajarin Lo." Tukas Chaira. Chaira mulai menghitung. "1-" "2-" "3-" Aigham masih enggan membuka mata. Chaira pasrah sampai dia ingin mengatakan hal telarang (ngomong kasar)~ jarang-jarang Chaira ngomong kasar. "Ah, Bangsat-" "APA LO BILANG?!" Tukas Aigham langsung bangun dari tidurnya. Semuanya terkejut mendengar Chaira mengumpat. Untungnya tidak ada orang tua Chaira di rumah hanya Chaira dan adiknya saja. "Gue bilang Bangsat! Kenapa?" Ujar Chaira nyolot. "Waaaaah, belajar ke siapa Lo hah?" Tukas Aigham. "Kenapa? Ga boleh?" Chaira masih nyolot. Aigham menyentuh dahi Chaira heran. "Ga panas." "Apa sih gue masih waras kali." Ujar Chaira membuang muka. "Sekali lagi gue denger Lo bilang kek gitu, gue buang lu ke hutan Amazon mau lu!?" Ancam Aigham. "Bodo amat! Suruh siapa tidur." "Gue ga tidur Ra. Gue cuman mimpi tadi." Ujar Aigham. "Halah sama aja bego." Ucap Chaira dan Zefanya bersamaan. "Ga sama! Gue kalo tidur ya tidur, kalo lagi mimpi isinya cuman wajah Chaira di sana." Ujar Aigham. "Huss, apaan anjir!" Ujar Chaira malu. Zefanya yang melihat keuwuan mendadak itu langsung merasa ingin pulang dan membuang hajat besar (berak). "Dih, rasanya pengen buang kalian berdua ke laut." Ujar Zefanya keki melihat dua sejoli yang lagi kasmaran. ********* Ini adalah kisah persahabatan, disini sih aku naruhin tokoh utamanya di Aigham Zadid Ar-rafiq dan Khadijah Chaira Zahra. Yaaa, bisa dibilang badboy yang petakilan luar biasa dan cewe yang pemalu.
All Rights Reserved
#8
danendra
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ADIKARA ELUSIF (END)
  • Menikahi Sahabat Ibuku
  • ALZEA (TERBIT)
  • Little friend (On Going)
  • satu hati satu nama
  • Bad girl
  • CINTA DALAM KELABU
  • SENJA DI PUNCAK TANGKILING
  • Belia & Keandra (END)
  • Langit Yang Merenggut Cinta

Baca DeKaNa terlebih dahulu, ini S2 nya DeKaNa🔥 "M-maksudnya apa?" Ekspresi wajah yang semula terlihat senang berganti menjadi rawut wajah yang amat tidak disukai, seolah perubahan mimik wajah mempengaruhi suasana hati sang pemilik Perlahan sudut bibirnya ketarik ke pinggir membentuk lekungan senyuman yang terlihat menyeramkan bagi remaja yang berdiri di hadapannya, bahkan bola matanya terlihat bergetar melihat apa yang tengah terjadi di hadapannya. "Hanya seminggu" Kakinya perlahan melangkah mendekati remaja yang sudah membeku di tempat itu, mengayunkan tangannya untuk mengusap puncak kepala yang lebih muda "Sayang sekali, Khai nggak panggil Ayah-" Plak Ia menatap tangannya kemudian menatap anak yang lebih muda di hadapannya dengan alis mata terangkat, berani, sangat berani "L-lo gila" "Lo bawa gue kemana hah anjing?" Ia memejamkan matanya, sudah seminggu ini hatinya berbunga-bunga, namun sekarang api neraka kembali membakar hatinya mendengar lontaran perkataan dari anak muda yang ada di hadapannya. Srett "Kenapa lo diam aja hah?, jawab!, lo bawa kemana gue hah?" Teriaknya dengan nafas tersenggal-senggal karena perasaan marah. Ia kembali tersenyum, mencoba mengusap puncak kepala itu namun tepisan kembali dirinya dapat, oke cukup, ia sudah sangat sabar kali ini, "Askar ternyata nggak guna" Perlahan kaki itu mendekati remaja itu, lalu mengusap paksa kepala itu dengan kuat, dan dalam sekali tarikan ia berhasil membuat tulang tengkorak itu bersentuhan kasar dengan dinding rumah kokoh miliknya "Lo manja banget ya Kai, semua harus gue yang turun tangan" Ucapnya sembari menyeringai melihat ekspresi wajah Kaivan yang terlihat kesakitan sekaligus marah karena tidak bisa melawan.Tubuh itu jatuh telentang di lantai, dan tanpa belas kasihnya, ia menaruh telapak kakinya di atas dada Kaivan yang seketika membuat anak itu meringis sakit karena tak mampu menahan rasa sakit lagi "A-abang" "Kalau udah kek gini, baru manis diliat" 19 April 25

More details
WpActionLinkContent Guidelines