Minimum (AiRa) (End)

Minimum (AiRa) (End)

  • WpView
    LECTURAS 364
  • WpVote
    Votos 76
  • WpPart
    Partes 28
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación dom, sep 19, 2021
"Aighaaaaaaaam!" Teriak Chaira frustasi. Melihat Aigham tidur disaat belajar bersama di rumah Chaira. "Parah sih Aigham." Lirih Zefanya tersenyum miris. Chaira menggoyangkan tubuh Aigham yang tidur di atas buku. "Banguuuuuuuun." Aigham masih saja enggan untuk membuka matanya, padahal Chaira mengguncang tubuhnya keras. Sampai akhirnya Chaira berhenti sejenak, berpikir apa yang harus dilakukan. Muncul lah ide cemerlang di otaknya. "Gue itung Sampek tiga! Kalo ga bangun, jangan harap dateng kerumah, trus jangan harap gua mau ngajarin Lo." Tukas Chaira. Chaira mulai menghitung. "1-" "2-" "3-" Aigham masih enggan membuka mata. Chaira pasrah sampai dia ingin mengatakan hal telarang (ngomong kasar)~ jarang-jarang Chaira ngomong kasar. "Ah, Bangsat-" "APA LO BILANG?!" Tukas Aigham langsung bangun dari tidurnya. Semuanya terkejut mendengar Chaira mengumpat. Untungnya tidak ada orang tua Chaira di rumah hanya Chaira dan adiknya saja. "Gue bilang Bangsat! Kenapa?" Ujar Chaira nyolot. "Waaaaah, belajar ke siapa Lo hah?" Tukas Aigham. "Kenapa? Ga boleh?" Chaira masih nyolot. Aigham menyentuh dahi Chaira heran. "Ga panas." "Apa sih gue masih waras kali." Ujar Chaira membuang muka. "Sekali lagi gue denger Lo bilang kek gitu, gue buang lu ke hutan Amazon mau lu!?" Ancam Aigham. "Bodo amat! Suruh siapa tidur." "Gue ga tidur Ra. Gue cuman mimpi tadi." Ujar Aigham. "Halah sama aja bego." Ucap Chaira dan Zefanya bersamaan. "Ga sama! Gue kalo tidur ya tidur, kalo lagi mimpi isinya cuman wajah Chaira di sana." Ujar Aigham. "Huss, apaan anjir!" Ujar Chaira malu. Zefanya yang melihat keuwuan mendadak itu langsung merasa ingin pulang dan membuang hajat besar (berak). "Dih, rasanya pengen buang kalian berdua ke laut." Ujar Zefanya keki melihat dua sejoli yang lagi kasmaran. ********* Ini adalah kisah persahabatan, disini sih aku naruhin tokoh utamanya di Aigham Zadid Ar-rafiq dan Khadijah Chaira Zahra. Yaaa, bisa dibilang badboy yang petakilan luar biasa dan cewe yang pemalu.
Todos los derechos reservados
#5
zefanya
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • EPHEMERAL PRINCESS {END} ✓
  • ADIKARA ELUSIF (END)
  • Langit Yang Merenggut Cinta
  • CENGKRAMAN DIRGA'S
  • SENJA DI PUNCAK TANGKILING
  • ALZEA (TERBIT)
  • Brothers
  • ARTAN
  • Belia & Keandra (END)
  • hay mantan !!

Ephemeral berlaku bagi semesta ciptaan Tuhan. Begitu juga bagi gadis berjiwa indah itu. Dia hanyalah hujan di tengah musim kemarau yang datangnya didamba. Namun, hadirnya kerap dianggap tak ada. Nathalie Abigail Putri Gavriel. "Jen, gue pengen jadi bintang paling terang di atas sana," ucap Natha. "Bintang di atas sana udah banyak, Nath. Lo gak perlu repot-repot buat menjelma jadi bintang disana, karena Lo udah jadi bintang paling terang - ..." ucap Jeno menarik perhatian Natha sehingga gadis itu menoleh ke arahnya. "Di hati gue." "Natha ... gue sayang Lo, Nath. Natha-Nya Jeno. Jeno memang bukan pacar nya Natha, tapi Jeno temen hidupnya Natha." Gadis dengan Sejuta Luka dan Nestapa. Membangun rumah untuk sekelilingnya, meskipun dirinya tak memiliki rumah tempat berkeluh kesah. Dia adalah pemilik kisah Amerta, sedang hadirnya sendiri Lengkara. "Dek!" "Hmmm?" "Gue baru baca artikel. Katanya ada siswi SMA yang sinting karena kebanyakan belajar," tutur Rafa dengan nada dibuat menyeramkan. Natha berdecih mendengar berita omong kosong itu. "Ngarang aja lo, Bang!" "Dih, gak percaya! Beneran lho?" Rafa menekankan nada bicaranya meyakinkan Sang adik. "Y. serah," pasrah Natha menimpali ucapan nyeleneh Rafa. "Jangan gila belajar, Nath ..." tegur Rafa merasa tidak tega melihat Natha belajar dengan giat. Namun, tak pernah diapresiasi. "Kalo gak belajar gue bego. Kalo bego- ... Mama Papa gak perhatian lagi sama gue," sahut si bungsu pula. "Emang kalo Lo pinter Mama Papa perhatian sama Lo?" cetus Rafa dengan spontan. Natha tersenyum miris lantas menutup buku catatan tersebut. "Nggak juga sih, mereka cuma perhatian kalo gue sakit. Apa gue sakit sakitan aja ya, Bang?" Gadis itu kemudian menoleh pada Abangnya dengan senyuman pilu. "Tuh kan! Beneran sinting kan jadinya? Gara-gara kebanyakan belajar nih pasti." Kisah ini milik Nathalie dan Nayanika. Dua sosok dalam satu raga. Satu jiwa dan satu rasa.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido