Spelling of Love

Spelling of Love

  • WpView
    Reads 33
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jul 5, 2021
Namanya Emma Amertha Widjaja. Tidak tahu bagaimana mulanya manusia seperti dia bisa mendapat nama Widjaja sebagai simbol kebanggan. Padahal jelas, tidak ada yang bisa dibanggakan darinya. Manusia paling berotak udang yang pernah kutemui. Dan yang paling menjengkelkan dia sama sekali tak tahu diri. -Agfin Mahardika. Dia Agfin Mahardika. Meski bukan badboy tampan idola sekolah, tetapi trofi yang berjejer rapi di etalase cukup menunjukkan siapa dirinya. Layaknya seorang vampir, ia benci bawang putih dan tidak suka dengan matahari. Nampak mudah ditindas karena kacamata tebal dan sikap pendiamnya. Tetapi jika kau adalah mangsanya, maka kau yang akan tertindas. -Emma Amertha Widjaja. "Coba lo baca bagian ini." "Apa? gue nggak bisa bahasa Inggris selain I, love, sama you." . . . "Bego!" It's my second story. Please give your like and comment🤗 Hope you like it.
All Rights Reserved
#4
savagegirl
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • LANGIT JINGGA (TAMAT)
  • DAKSA [END]
  • 𝐒𝐡𝐞 𝐢𝐬 𝐦𝐲 𝐆𝐢𝐫𝐥•| [On going]
  • Become a Parent's [END]
  • Lack Of Attention [END]
  • V A B I O L A (COMPLETE)
  • THE WAY OF LOVE [ REVISI ]
  • FIGURAN GIRL ( LENGKAP )
  • Fall And Love
  • IGNITES (END)

"Semua keinginan gue, gak pernah jadi kenyataan. Itu cara kehidupan menghukum gue." *** Aga, atau lebih lengkapnya Airlangga Putra Senja. Pangeran bermata kelabu paling sempurna abad ini dengan tatapan menghangatkan namun sorot mata yang terlihat begitu lelah. Ia memiliki segala yang diinginkan oleh teman-temannya. Ketampanan.Kecerdasan. Kekayaan. Bahkan kebaikan hatinya. Kecuali satu, fakta bahwa ia tak lagi memiliki minat apapun di dunia ini bahkan terhadap hidupnya sendiri. He almost perfect... Namun Caca membencinya. Tapi tunggu, sampai Aga tiba-tiba saja selalu muncul di dekatnya. Apa yang harus ia lakukan? Dan bagaimana jadinya ketika bom waktu yang terpendam dalam mata kelabu itu akhirnya meledak? Ini adalah kisah bagaimana kata-kata yang tak kau anggap berarti, terkadang mampu mendorong seseorang hingga ke tebing keputusasaan. ➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖ "BENCI BANGET!" "Gue benci sama dia. TITIK. Jangan tanya alasannya kenapa kalo gak mau tuh luka gue bikin panjang sampe ke dagu, ngerti?!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines