Without You

Without You

  • WpView
    Reads 164
  • WpVote
    Votes 35
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jul 5, 2021
Cecil dan Yohan kembali dipertemukan di acara reuni SMA, kesalahan Yohan di masa lalu meninggalkan berjuta rasa bersalah, ingin rasanya memperbaiki hubungannya dengan Cecil, sayangnya itu hanya angan angan belaka, Cecil pantas mendapatkan lelaki yang baik dan tidak brengsek seperti Yohan. *** "Sebelumnya maaf udah buat kamu kecewa, sebentar lagi aku mau nikah sama elyn, ini undangan buat kamu jangan lupa dateng ya." ucap Yohan sembari memberikan sebuah undangan pernikahan. Cecil menghela nafas, dan mengambil undangan tersebut. "Iya, aku usahain buat dateng." ucap Cecil sambil tersenyum sendu. "Boleh peluk buat terakhir kali?" tanya Yohan, dia sangat ingin memeluk Cecil untuk terakhir kalinya. "Kamu udah punya elyn, lupain aku han." jawab Cecil dan melangkah pergi meninggalkan Yohan. "Kamu terlalu cantik buat dilupain begitu aja" ucap Yohan lirih.
All Rights Reserved
#254
absurd
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kasat Rasa [Ongoing]
  • BarraKilla
  • Mas! || ThomasKong✔
  • Abu Abu [ completed ]
  • Permainan Takdir [TAMAT]
  • Takdir Dan Do'a
  • Cool Boy Vs Cool Girl [Completed]
  • ALSYA DARI TITIK BALIK
  • [END] Blind Rainbow
  • AZIL (TAMAT)

Keduanya sama-sama tertawa ketika suasana perlahan mencair. Juwita yang mulai membuka diri kini kembali melontarkan pertanyaan acak yang Ia sesali setelahnya. "Kamu kalo kesini sama siapa, raf ? Pacar ?" Raut lelaki itu tiba-tiba berubah. Tatapan matanya berpendar kearah lain, menyembunyikan cemas yang tersirat di balik jawabannya yang santai. "Pacar saya lagi gga di sini, Rei. Dan dia bukan anak tongkrongan kayak kita." Tanpa sadar gadis itu menahan nafasnya sendiri, belum siap dengan jawaban yang diterimanya. "Oh, gitu. Udah lama LDR-nya ?" Juwita bertanya lagi dengan wajah ingin tahu, walau kenyataannya justru sebaliknya. Sebab menurutnya akan aneh ketika topik itu hanya berhenti sampai di situ saja. "Sejak lulus kuliah. Dua bulan yang lalu. Dia sekarang lagi lanjutin S2 di Jakarta." "Wowww,,,hebat ya dia masih semangat untuk kuliah. Limitted edition tuh cewek kayak gitu. Kamu beruntung, raf." Lelaki itu hanya menjawabnya dengan senyuman tipis. Kepalanya menunduk, menyembunyikan wajahnya dari Juwita yang sedang menatapnya nanar. Setelahnya, obrolan itu terjeda beberapa saat. Keduanya kembali sibuk dengan isi kepala masing-masing. Juwita yang merasa bersalah karena telah menghadirkan pembahasan yang berat, juga Asraf yang kini sedang mengabaikan kenyataan yang membuat suasana kembali hening. "Kayaknya salah banget ya kita baru ketemu sekarang ?" Rasanya seperti ada sebuah kekuatan besar yang menyerap habis suara-suara di sekitar mereka. Heningnya terasa mencekam ketika hanya ada suara Asraf dan debar jantungnya di sana. Pertanyaan Asraf tadi menggaung di telinga, menimbulkan rasa perih yang tidak seharusnya ada. Untuk apa Ia merasa kecewa ketika tahu bahwa Asraf ternyata sudah punya pacar ? Bukankah mereka tidak pernah memiliki hubungan yang spesial sebelumnya ?

More details
WpActionLinkContent Guidelines