INFINITY

INFINITY

  • WpView
    Reads 327
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 37
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Aug 12, 2022
Tuhan berfirman bahwa setiap manusia memiliki masalah sendiri. Namun, Tuhan tidak akan memberikan masalah lebih dari kemampuan yang dimiliki oleh hambanya. "Selamat pagi dunia tipu-tipu." Apakah benar seperti itu? Lantas bagaimana bisa Tuhan memberikan permasalahan pertunangan pada seseorang yang masih 17 tahun? Bagaimana bisa Tuhan memberikan masalah kekerasan dalam rumah tangga pada anak yang masih duduk di bangku Sekolah Menengah Atas? El Ravennya Ramsey merupakan putri pengusaha ternama seantero Asia Tenggara. Ia bergelimang harta, hidup tercukupi. Namun, ia tak pernah merasakan kasih sayang sebagai seorang anak di keluarganya. Hingga ia terpaksa bertunangan dengan temannya sendiri, siapa dia? Dapatkan jawabannya hanya di INFINITY
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Trust
  • Broken Angel
  • Troublemaker (Tamat)
  • JEJAK TAKDIR | JAEMREN √
  • Tomboyish Girl [Proses Penerbitan]
  • GASA [end]
  • RAIHAN
  • ELGITA: Yang Tak Pernah Terucap (Revisi)
  • ANAK CUCU : ....dan kisahpun di mulai..
Trust

Hidupnya indah, pada masanya. Satu masalah datang membuatnya bertransformasi menjadi dia yang lain, yang tak dikenal dan tak mau dikenal. Hidupnya berubah hitam, monoton, tak bergairah. Namun, ketika muncul setitik harapan cerah yang datang untuk membantunya kembali bangkit, hal lain muncul. Ragu itu muncul ketika harus dihadapkan pada kata percaya. Percaya untuk percaya dengan ketulusannya, atau tidak percaya karena banyak asumsi buruk yang berputar di kepalanya. Bagaimana jika ketulusan itu hanyalah kepalsuan? Ketika ia percaya, hanyalah penyesalan yang tercipta. Namun, bagaimana jika sebaliknya, ketulusan itu benar-benar sebuah ketulusan? Namun, pada kenyataannya ia masih berada di antara keduanya. Berpikir antara ya dan tidak, antara percaya dan tidak percaya. Terpaku pada garis yang sama, dengan satu ragu untuk memilih jalan yang mana. Ia tak mau salah untuk memilih. Lagi. Karena terakhir kali ia percaya, yang dipercayai mengkhianatinya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines