His: Mr. Handball

His: Mr. Handball

  • WpView
    LECTURAS 1,477
  • WpVote
    Votos 334
  • WpPart
    Partes 39
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mié, nov 22, 2023
WpInfo
Ficción
Romance
His: Mr. Handball Me with you, My Love... ❍♡●♡❍ ❍♡●♡❍ ❍♡●♡❍ Suatu ketika, termeterainya janji antara mereka. Antara mereka yang datangnya dari kaum Adam dan Hawa. Antara mereka yang punya rasa yang tak mampu diungkap. "A believer?" "Truthfully a believer." Hingga suatu waktu yang dijanjikan oleh Sang Pencipta, janji hanyut dibawa sekali si figura kaku. Termaktub, warkah tanpa pena itu ternoktah. i'll fight, i'll fight for you... untill my hearts is black and blue. Indah pawana tak lagi dapat disaksikan. Tak terucap lagi bibir yang jadi pinjaman. Titik akhir, begitu saja kesudahannya. so told, when the last blink of an eye, believe they done their part. "Maka kembalilah pada tuhanMu wahai jiwa yang ditenangkan. Berdamailah denganNya, sesungguhnya dia berdamai denganmu." takkan pernah terungkap dengan kata-kata, maka aku abdikan di sini Kerna ini kisahnya.... ~t.r e y l. ❍♡●♡❍ [Start: Julai 2021] [End:] [Status: On Going]
Todos los derechos reservados
#374
lawak
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • GOLDLITE : Love Story ✔
  • MELODI TERINDAH(COMPLETE)
  • Yourself ✔
  • MENANTI CINTA DARIMU
  • KU LUPAKAN KAU DENGAN BISMILLAH [ KLKDB ] [ COMPLETE ]
  • PERTEMUAN KALI INI
  • Crush Aku Anak Raja !
  • Hold On✔️
  • L'AMORE DELLA MAFIA [MALAY] E-BOOK
  • What you waiting for

Start : 15 May 2020 End : 25 February 2021 Hani Adlyn. Gadis kecil yang zaman remaja nya tidak seindah orang lain. Pada umur 17 tahun, banyak benda tidak diduga berlaku. Dia juga tidak pasti sama ada masuk kedalam GOLDLITE highschool ini pilihan yang tepat atau tak. Perkenalan dengan ahli Blaze memberinya dunia baru. • Bercakap dengan Tengku Hariz Aryan ni memang menyakitkan hati. "Hey, we're not going home?" soal Hani didalam kereta Hariz. "Home ? Just two of us ? Tak takut ?" soal Hariz sinis. Hani terdiam. - "How sweet." puji Hani "What?" "Waiter tu. Nampak tak tadi dia senyum kat aku. So sweet." Hariz mengerutkan dahi. "Banyak berangan." kutuk Hariz "Hey ! Eeeei. You don't know the feeling when someone sincerly smile at you." "What feel?" "Rasa dihargai !" jawab Hani bersemangat. "Entah entah dia nak ngorat kau. Confident je dia ikhlas." Hani menjulingkan mata keatas. - "Eh perempuan ni. Takde keje lain ke?" tegur Hariz apabila melihat Hani masih menghadap Daniel Hani cebik. "Ade. Kacau Daniel" jawab Hani selamba lalu menongkat dagu menghadap Daniel. • Tetapi, lelaki ini juga yang membuatnya rasa selamat. "Btw, the girl in hoodie, ahli baru?" soal Aiden sinis. Hani semakin berdebar. Hariz memandang Hani. "None of your business." Hariz menarik tangan Hani lalu meninggalkan mereka. "Sejuk gile tangan kau. Nervous apasal?" Hariz mengeratkan pegangannya. "Nothing." Dia melihat tangannya yang erat digenggam Hariz. Hani sembunyi senyum. - Hariz memangku Hani yang cedera itu. "Hani ? Kau okay tak ?" soalnya "Guessed im okay or not." Perli Hani Dengan pantas, tubuh Hani dicempung. - Just close your eyes, act like they're not exist." kata Rayyan Dia nampak apa yang Hani nampak Hani cuba belagak tenang. "Sokay i'm fine." Namun matanya mula berair. "Hani... Your eyes.." Bella memeluk rakannya itu erat. Teresak esak Hani melepaskan derita dihatinya

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido