We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Keanara

Keanara

  • WpView
    Reads 416
  • WpVote
    Votes 21
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Aug 16, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Sunyi, gelap dan sepi. Bawa aku pergi kedalam imajinasi yang membuatku lupa akan perih ini, bawa aku kembali pada harapanku yang sirna dibawa sang pelukis ilusi. Bawa aku pergi, untuk kembali, untuk menyusun gelap ini dengan binar cahaya yang menerangi. "Suka dan luka itu berpasangan. Kita nggak bisa milih siapa yang nggak harus datang atau mengusir yang akan datang. Yang harus lo lakuin, adalah belajar dari rasa sakit itu, belajar lebih kuat lagi. Belajar lebih tangguh dari Kanara yang pernah ada. Karena luka itu mendewasakan" "Tapi tetap aja, nggak semua hal mudah dilupakan, apalagi kepercayaan yang udah pernah patah" "Gue tahu, dan gue paham gimana rasanya. Tapi, Ra. Mencoba untuk kembali membuka kepercayaan untuk orang baru bukan hal yang salah. Karena kalo lo nggak nyoba, lo nggak akan tahu rasanya. Lo mau terus-terusan terperangkap di masa lalu yang justru udah berjalan pergi sekarang? Nggak kan? Lo harus percaya, penawar yang datang setelah luka itu lebih menyembuhkan semua kekecewaan yang ada, mengembalikannya ke tempat semula, dan ngebuat hal yang lebih indah untuk kedepannya. Asal lo mau nyoba, asal lo mau kembali percaya. Trust me."
All Rights Reserved
#33
teenlife
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Rama Prananta (Sudah Terbit)
  • -SUGAR BABY- [RorAsa] S1||S2 The End
  • Some Kind of Love [DISCONTINUED]
  • You're Still in My Heart [On Hold]
  • IF YOU
  • Ilusi
  • Aspettare

sebelum baca, FOLLOW dulu gasii??? "Sayangkuu, cintakuu. Gimana dengan hari ini, hm? Are you happy?" "Seru dong, senang karena ada kamu, Ka. Hehe." Dulu, setiap percakapan kecil seperti itu mampu menyulap hariku jadi lebih indah. Tapi semua itu kini tinggal kenangan. Hubungan yang manis dan penuh tawa itu akhirnya harus berakhir, bukan karena cinta kami memudar, tapi karena kenyataan terlalu pahit untuk ditelan bersama. Aku masih mencintaimu. Masih ingin mendekat, masih berharap bisa kembali. Tapi jarak ini bukan lagi tentang raga-melainkan tentang takdir yang tak mengizinkan kita bersatu. Cinta kita besar, tapi tidak cukup untuk melawan kenyataan yang tak berpihak. Banyak halangan yang kucoba lalui demi kamu, demi kita... tapi ternyata semesta punya rencana lain. Kini, aku hanya bisa menatapmu dari kejauhan. Ingin kembali, tapi tak bisa. Ingin melepaskan, tapi hatiku belum rela. Satu kejadian itu-satu hari yang mengubah segalanya-telah memutus tali yang tak terlihat namun sangat kuat mengikat kita. Jika bukan karena kejadian itu, mungkin aku masih tersesat dalam hubungan yang samar: ada, tapi tak punya peran. Dulu aku memegang peran utama di hidupmu. Sekarang? Bahkan untuk menjadi figuran pun aku tak lagi layak. Kita pernah sangat dekat, tapi kini aku tahu... melepaskan sesuatu yang sudah terasa seperti rumah tidak akan membuat segalanya membaik. Bahagia tidak selalu datang setelah menjauh. Dan seringkali, hubungan yang tampak sempurna dari luar menyimpan luka yang tak pernah terucap. Aku tak menyangka semuanya akan berakhir seperti ini. Tapi yang sudah terjadi, biarlah terjadi. Meski begitu, kenangan itu-kenangan tentang hari itu-masih terpatri jelas di pikiranku. Hari saat aku sadar... cinta saja tidak cukup.

More details
WpActionLinkContent Guidelines