TIRED (Selesai)

TIRED (Selesai)

  • WpView
    Reads 350
  • WpVote
    Votes 141
  • WpPart
    Parts 31
WpMetadataReadComplete Tue, Aug 31, 2021
Ini adalah sebuah karya fiksi dari pengarang abal-abal😁. Nama, cerita, tokoh, peristiwa, merupakan unsur fiktif belaka ✨ Versi saat ini : TAMAT (revisi berjalan) Ketika ingin mendapatkan kebahagiaan yang abadi, kita perlu pergi untuk menghentikan penderitaan. Penderitaan yang dialami oleh Aleta membuat dirinya harus merasakan kesedihan di setiap harinya. Pembullyan, kekerasan dalam rumah tangga, bahkan hingga pengkhianatan dalam persahabatan di rasakan olehnya. Kehilangan menjadi sesuatu yang menyakitkan sekaligus kebahagiaan dalam batinnya. Namun ia salah mengartikan kebahagiaan dalam suatu kehilangan, karena kehilangan yang ia rasakan membuat penyiksaan kian terasa menyakitkan. #morfeuspublisher #morfeusteenlit #youtheulturemorfeus
All Rights Reserved
#22
lombamenulis
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Echoes Of Goodbye (END)
  • Di Balik Paragraf yang Tak Usai
  • ALLASSO (END)
  • NOVELLETA | Novel is my Life [END]
  • Sad Girl
  • Atela's Journal [FINISHED]
  • AURELLIA; Antagonist Girl [END]
  • Back to Heart (Tamat)(Revisi)
  • BEFORE NEMBAK YOU || Selesai✔
  • RAPUH!

Sembuh bukan tentang menemukan cinta baru, bukan pula tentang melupakan jejak yang pernah tertinggal. Sembuh adalah seni merangkul luka tanpa membiarkannya menguasai, membiarkan kenangan tetap ada tanpa menjadikannya belenggu. Bukan proses yang bisa kupaksa atau percepat, melainkan perjalanan sunyi yang penuh riak-riak ingatan-tentang tawa yang dulu menghangatkan, tentang janji-janji yang kini hanya gema di lorong waktu. Aku tahu, kamu pernah menjadi rumah, tempatku pulang tanpa ragu. Namun, rumah itu kini hanya bayangan, berdinding sunyi dan berisi ruang-ruang kosong yang tak lagi menyambutku. Aku tidak ingin menghapus setiap memori, karena bagiku, kenangan adalah musim yang datang dan pergi-tak perlu diusir, hanya perlu diterima. Maka aku memilih berjalan, bukan untuk meninggalkan, tapi untuk melangkah dengan luka yang sudah kujinakkan, dengan hati yang tidak lagi mencari, tapi mengerti bahwa tidak semua yang hilang harus ditemukan kembali. -Sharfina

More details
WpActionLinkContent Guidelines