ReyNara
  • WpView
    Reads 12
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Sat, Jul 10, 2021
" Terlalu banyak janji yang akan aku ingkari jika aku tetap bersamamu" Nara menangis sambil memegang tangan Rey "Dan ada beribu-ribu kesempatan yang bisa kamu gunakan untuk menepati janji itu Ra, please stay in here." Rey yang tidak ingin Nara pergi terus menggenggam tangan Nara begitu kuat "Aku tidak ingin menyakiti mu terlalu dalam" "Dan aku juga tidak ingin itu.... Karena dengan kamu pergi itu akan amat menyakitkan bagiku Ra, please" "Cukup Rey, biarkan aku pergi tanpa menyakiti hatimu lagi." "Gak akan aku biarkan kamu pergi dengan kata cukup Ra" Rey mendekap Nara dengan penuh harapan "Rey, please. I'm going!" "Gak akan Ra. You will always be my angel. Sekarang, besuk ataupun nanti." "AKU SAKIT REY!" Nara berusaha melepas pelukan Rey perlahan. Apa penyakit Nara? Bagaimana kelanjutannya? Apakah Rey dan Nara dengan terpaksa harus mengakhiri hubungannya? Penasaran? Yuk baca! Dan ikuti terus pertarungan Nara dengan kondisinya. Serta perjalanan Rey dan Nara dalam hubungan mereka.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Juan [REVISI]
  • Sincere (Nara)
  • DANADYAKSA
  • Nayara [ TERBIT ]
  • The flower ✅
  • ReLa [ ON GOING ]
  • Still With You
  • Paradise
  • Askara Bradipta
  • Family Line

Ini bukan kisah romansa dimana si pangeran sekolah jatuh cinta dengan primadona sekolah, bukan pula kisah si badboy yang jatuh cinta dengan seorang gadis polos, apalagi kisah si tukang bully yang jatuh cinta dengan korbannya. Sekali lagi ku ingatkan, ini bukanlah kisah romansa remaja masa kini. Kisah ini hanyalah perjalanan hidup seorang remaja dalam menjalani hidupnya. Ini kisah seorang remaja yang mencoba bertahan di tengah kerasnya dunia, dimana ketidakadilan benar-benar nyata. Cerita ini penuh dengan diskriminasi terhadap ia yang tidak 'sempurna'. Tentang mereka yang terjebak dalam nerakanya dunia. Tentang segala luka dan tangisan yang teredam. Tentang ketidakadilan yang ia rasa, sebab keadilan hanya milik mereka yang 'berpunya'. Kisahnya tidak berhenti di sana, sebab masih banyak luka yang akan ia rasa. Mereka yang ia harapkan dapat menyembuhkan luka, nyatanya hanyalah pemberi luka paling banyak. Ia hanya berharap hadirnya dapat diberi kasih, tapi bagaimana bisa jika hadirnya saja tak pernah diharapkan. Karena ia adalah hadir yang membawa luka. Jangan pikir bahwa ia tak pernah melawan, karena nyatanya, ia akan selalu melawan meski perlawanannya tak pernah membuahkan hasil. Sebab keadilan bukanlah miliknya. Memangnya apa yang bisa diharapkan di dunia ini? Jika memang masih ingin bertahan, maka jangan terlalu berharap kepada seseorang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines