
Aku sudah mencoba menjadi anak baik, tapi kenapa tuhan selalu mengambil apa yang aku punya dariku. Saat aku merasakan kegelapan yang mengerikan didalam hidupku disaat itu pula dia datang membawa bunga mawar merah semerah darah "Ini untukmu." Ujarnya. dia pun berlari kencang menuju ke arahku dengan senyum lebar, kurasakan kehadirannya bagaikan secerik cahaya disore hari, warna matanya begitu terang sampai aku pun sulit sekali untuk menatap matanya. Hatiku mulai terasa hangat sejak dia hadir di hidupku "Apa sekarang aku sudah punya tempat untuk pulang?" Kalimat itu terus terngiang didalam kepalaku, ku harap kamu lah pangeran berkuda putih itu.All Rights Reserved
1 part