We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Arini

Arini

  • WpView
    Reads 1
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, May 16, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Aku sudah mencoba menjadi anak baik, tapi kenapa tuhan selalu mengambil apa yang aku punya dariku. Saat aku merasakan kegelapan yang mengerikan didalam hidupku disaat itu pula dia datang membawa bunga mawar merah semerah darah "Ini untukmu." Ujarnya. dia pun berlari kencang menuju ke arahku dengan senyum lebar, kurasakan kehadirannya bagaikan secerik cahaya disore hari, warna matanya begitu terang sampai aku pun sulit sekali untuk menatap matanya. Hatiku mulai terasa hangat sejak dia hadir di hidupku "Apa sekarang aku sudah punya tempat untuk pulang?" Kalimat itu terus terngiang didalam kepalaku, ku harap kamu lah pangeran berkuda putih itu.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • KAISAN ; Yang Tenggelam Di Lautan Lara
  • Tepian Semu || Lilynn✅
  • Mahligai Sunyi
  • My Lovely Heart
  • Permainan Takdir [TAMAT]
  • TERPAKSA MENIKAH DENGAN BADBOY ( ORINE )

[SUDAH GANTI JUDUL] Secara kasat mata, kehidupan Kaisan memang tampak lebih dari baik-baik saja. Berharta, memiliki teman banyak, dan tidak kekurangan kemewahan. Hanya saja, yang tidak mereka tahu adalah kenyataan pahit bahwa sebenarnya selama ini Kaisan tenggelam dalam lautan lara, sepanjang hidupnya. Singkatnya, Kaisan sangat kesakitan dan jasadnya terus menerus mengambang di lautan lara itu. Ada suatu titik, dimana Kaisan merasa bahwa ia berhasil berenang keluar dan menyelamatkan diri dari lautan yang terasa gelap dan menyakitkan. Namun, titik yang terlihat cerah itu pun hanya ilusi. Kaisan memang berenang menuju atas tapi ia tak pernah keluar. Ia hanya seolah mengapung diantara lautan dan daratan, tanpa pelampung, terombang-ambing bebas. Itu...tragis dan menyakitkan. "Gue hancur, gue berantakan, Kas, saat gue tahu, saingan gue bukan perempuan lain, tapi rasa lelah lo sama hidup lo sendiri. Lo yang putus asa dan gak ingin hidup lebih lama, itu saingan terbesar gue Kas."-Kaluna. "Gue kehabisan tenaga, gue udah terlanjur hancur untuk susun lagi puing hidup gue yang berantakan. Gue, nyerah. Gue gak pernah bisa keluar dari lautan lara ini. Terlalu sakit, terlalu menyiksa."-Kaisan. "Bagi gue hanya ada dua pilihan, Kaisan. Gue rela, entah itu kita tenggelam bersama atau kita selamat dari lautan menyakitkan itu. Dengan hidup dan mati gue, kalaupun gue gak cukup mampu untuk bebasin lo dari sana, maka gue akan di samping lo. Kita sesak bersama. Tenggelam bersama. Asal, gue gak kehilangan lo lagi. "-Kaluna

More details
WpActionLinkContent Guidelines