BERHENTI BERHARAP

BERHENTI BERHARAP

  • WpView
    Reads 17
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jul 4, 2021
Ini bukan sebuah cerita yang mengisahkan sepasang kekasih yang bahagia. Tapi ini, Sebuah curahan hati yang dipatahkan oleh Ekspektasi. Ekspektasi yang membuat semua orang, berharap kepada seseorang yang kita sukai. Curahan ini adalah curahan seorang adik kelas yang menyukai kakak kelasnya. Seorang adik kelas yang ingin lebih dekat dengan seniornya. Dengan menulis cerita ini. Aku hanya ingin sekedar berbagi pengalaman yang teramat menyenangkan. Namun berakhir menyedihkan. Dari banyaknya cerita kakak kelas yang sudah ku baca. Semuanya berakhir dengan indah. Tapi mengapa, cerita ku saja yang berakhir suram. Ini cerita tentang Sasha dan Hans -MeCassa
All Rights Reserved
#203
adikkelas
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Almost Us
  • AZALEA
  • Cerita Singkat 365
  • DEVIAN [END]
  • is it normal
  • KAPAN MOVE ON?
  • JAM 3 SORE
  • Arranged Marriage gen Z
  • 74/366

Kalau ada satu orang yang selalu bikin Aira kesal tiap pagi masuk kelas, jawabannya cuma satu: Arga, si tukang ejek, tukang senyum miring, tukang nyebelin-tapi entah kenapa, hatinya selalu deg-degan tiap cowok itu datang. Bagi Arga, ejekan itu caranya menjaga jarak dari rasa yang terlalu dalam. Karena sesungguhnya, Aira bukan sekadar teman sekolah biasa. Ia adalah gadis kecil bermata sedih yang pernah ia tolong saat jatuh di jalan berlumpur puluhan tahun lalu. Gadis kecil dengan seragam sekolah dan pita merah di rambutnya, yang tersenyum malu-malu dan bilang terima kasih... sebelum akhirnya berlarian ke arah keluarganya yang sepertinya akan pergi meninggalkan rumah. Arga ingat. Aira tidak. Saat mereka dipertemukan kembali di usia dewasa-di sekolah yang sama, di kelas yang sama-Aira sudah menjadi perempuan yang dingin, keras kepala, dan angkuh. Tapi bagi Arga, ia tetap anak kecil yang dulu pernah ia bantu, yang senyumnya pernah membuat hatinya hangat. Arga mengenali Aira,, Arga ingat jelas nama gadis kecil yang ditolongnya dulu dari nama di seragam sekolahnya. Aira kaisha eliana. Jadi Arga memilih satu cara untuk mendekat: ejekan. Setiap ledekan, setiap adu mulut kecil, adalah bentuk rindunya yang lama dipendam. Tapi Aira? Ia terlalu bangga untuk bertanya, dan terlalu tertutup untuk merasakan. Dan ketika cinta sudah hadir di hati Aira, mereka harus berpisah untuk selamanya. Arga hanya menerimanya meski hancur, hanya kata selamat. Lalu pergi. Dan tak pernah kembali. Mereka bukan siapa-siapa. Bukan sepasang kekasih. Bukan sahabat. Tapi pernah saling jatuh cinta diam-diam-dan itu cukup untuk dikenang seumur hidup.

More details
WpActionLinkContent Guidelines