Story cover for Indescribable Time by etherall_
Indescribable Time
  • WpView
    LECTURAS 55
  • WpVote
    Votos 2
  • WpPart
    Partes 14
  • WpView
    LECTURAS 55
  • WpVote
    Votos 2
  • WpPart
    Partes 14
Continúa, Has publicado jul 04, 2021
Aku menjentikkan jemari. 

Sekejap, ramai riuh yang sebelumnya terdengar, lantas berubah menjadi senyap. Langkah buru-buru yang dilakukan setiap orang, berubah menjadi keterdiaman tanpa bisa bergerak. Kedua mata ini mengedarkan pandang pada tiap orang yang selayaknya hanya patung. 

Aku justru menyerngitkan dahi saat mendapati sebuah truk di seberang jalan terlihat oleng keluar jalur. Sepertinya, hiruk pikuk malam Minggu akan dibumbui sedikit tragedi.

Tanpa peduli, aku kembali menjentikkan jari sehingga orang-orang kembali bisa kembali bergerak normal.

Benar saja, langsung terdengar suara berdecit tanda badan kendaraan beradu diikuti teriakan kaget sekaligus panik dari orang-orang sebab menyadari ada kecelakaan di depan mata. 

Sejatinya, kejadian semacam ini bukanlah kali pertamaku. Kini, rasanya aku mulai terbiasa dengan itu.

Setelah mengetahui kejadian barusan, biar aku tebak kalian akan menyebutku sebagai apa.

Orang aneh? Orang istimewa? Atau mungkin Si Penghenti Waktu?

Namun, apakah aku satu-satunya yang memiliki kemampuan seperti ini? 

Entahlah, mungkin sepanjang cerita ini kalian bisa menemukan Sang Pengendali Waktu lain yang sama-sama berkutat sembari berpikir apakah kemampuan ini merupakan suatu anugerah atau malapetaka.
Todos los derechos reservados
Regístrate para añadir Indescribable Time a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
Dark Tales From Deep In The KEBUN DJENGKOL (TAMAT) de Chillbanana313
9 partes Concluida
(BASED ON TRUE EVENT) **** Ini adalah kisahku saat mengikuti perkemahan PMR Regional provinsi. Dimana lokasi yang ditempati merupakan tempat pembantaian terbesar PKI dimasanya. Kisah kelam korban di masa lalu membentuk entitas kengerian ditempat itu. Sosok-sosok yang masih tak terima saat dibantai karena ketidakadilan memenuhi lokasi area bekas Belanda tersebut. Disini mereka menanti. "Kebun Djengkol". **** BRAKKK... Tiba-tiba pintu itu menutup dengan sendirinya. Spontan aku yang kaget langsung berlari menjauhi. Ketika melewati tembok jalan keluar bilik kamar mandi, aku tak sengaja menabrak seseorang. "Cuk!!!" Awalnya pemuda itu sempat marah, namun ekspresinya berubah saat melihat wajahku yang sudah pucat pasi. Aku pun bengong sepersekian detik. Bukan, bukan karena terpesona melihat wajah orang tampan layaknya adegan film-film romantis remaja. Namun aku berusaha menenangkan diri dari sisa ketakutan. Pemuda itu menatapku dengan ekspresi yang susah dimengerti. "Kamu nggak apa-apa?" tanyanya kemudian. "Nggak apa-apa. Maaf nggak sengaja nabrak". "Kenapa? Habis liat hantu ya?" "Ah ituu ..." "Kuntilanak ma setan bocahnya masih ngeliatin kamu tuh." Ucapnya santai. Dadaku kembali berdegup kencang sambil mengumpat lirih. Kini aku ganti memandangnya lekat. Dan pemuda itu membalas reaksiku dengan menyipitkan mata. "Apa?" Tanyanya kemudian. "Kamu bisa liat kan 'mereka' kan?" "Liat apa?" Aku sedikit melangkah mendekatkan diri sembari berbisik "Demit" Pemuda itu sempat terbahak. Lalu tiba-tiba menjulurkan sebelah tangannya. "Aku Aji." ****
The Past Keeper : Naserin Dante de CRESSTHETE
101 partes Concluida
Berhari-hari aku berakhir di Dermaga Lama karena salah naik bus untuk pulang. Berkali-kali aku berakhir di tempat yang aku tidak inginkan. Tempat di mana berdiri patung seorang pahlawan tempat aku tinggal sekarang. Malasan namanya. Seorang perompak terkenal yang dipuja-puja seluruh warga. Seorang perompak gila yang dihapus catatan kriminalnya dan dijadikan pahlawan karena membantu kerajaan yang memerintah dahulu kala untuk menghalau pasukan laut kerajaan seberang. Bahkan ketika aku selesai membaca buku riwayat hidupnya yang aku dapat di perpustakaan, aku masih tidak menemukan kenapa orang-orang memujanya. Wanita di balik meja memandangku sebentar lalu tersenyum. "Bagaimana Malasan?" "Tidak tahu." Jawabku sambil mendelikkan bahu. "Saya tidak kenal." Senyum wanita itu semakin lebar sambil melirikku dari balik kaca matanya. "Kau akan jatuh cinta pada Malasan." Tiga hari berturut-turut aku kembali berakhir di Dermaga Lama. Apakah aku salah naik bus saat transit? Berdiri dengan sebelah tangan di pinggang dan sebelah lagi memegang gelas jeruk, aku memandang patung Malasan. Kepalaku mendongak melawan sinar matahari untuk menantang tatapan Malasan dengan ekpresi percaya dirinya itu. Tidak butuh lima menit ketika aku mulai mendengar suara dengungan di telingaku. "Aku menyerah." Kataku. "Aku tidak tahu apa yang kamu inginkan hingga berkali-kali kamu bawa aku ke tempat ini. Sudah cukup, aku menyerah padamu." . Naserin harus pindah dari kota metropolitan besar ke suatu kota kecil di ujung negaranya. 'Kecelakaan' yang terjadi di tempat kerja lamanya membuat Serin harus beradaptasi dengan lingkungan hidup dan tempat kerja yang baru. Bisakah Serin beradaptasi dengan lingkungan yang berbanding terbalik dengan tempat dia hidup dan dibesarkan sebelumnya? Ataukah Serin harus menghadapi sesuatu yang lebih dari yang pernah dia bayangkan? Jatuh cinta pada Malasan misalnya?
KOMA || Un1ty de elen_rue
46 partes Concluida
Bagaikan tanda pada sebuah aksara Aku bukan tanda titik yang mampu buat kamu berhenti Aku bukan tanda seru, yang selalu dapat perhatianmu Aku hanya tanda biasa Yang kejelasannya penuh tanda tanya Lebih tepatnya aku adalah tanda koma Hanya jeda dalam sebuah aksara Belasan tahun aku mencari jati diriku siapa, mencari sosok papa yang selama ini katanya selalu ada tapi tak pernah ku temui bayangnya. Katanya ingin melindungiku tapi tak jelas dari apa. Aku bahkan bingung, aku ini anak yang sengaja diasingkan atau memang disembunyikan agar terlindung dari bahaya. " Semua pertanyaan ada jawabannya, tapi terkadang ada saat dimana pertanyaan itu lebih baik tidak pernah dijawab " ucapan pria yang beberapa waktu ini ku lihat mengikutiku selalu terlintas dalam benakku tiap kali aku bertanya, siapa dia ? Dan mau apa dia ? Aku sering meminta ia untuk berhenti mengikutiku meski dia banyak menyelamatkan nyawaku. Aku tak mengerti apa yang saat ini terjadi, aku tak tahu siapa aku sebenarnya, hingga seorang pria Paruh baya yang tak ku kenali siapa, menyerukan namaku lantang dan menyebut bahwa aku putranya, dia sengaja menyembunyikan identitas ku untuk melindungiku katanya, tapi dari apa ? Bahaya apa yang mengincarku ? Entahlah aku tak tahu apa tapi setelah acara itu tayang, hidupku banyak berubah. Satu kesalahan besar yang tak pernah ku sadari sebelumnya, aku tidak seistimewa itu. Aku hanya salah paham, yang Ku kira aku adalah akhir dari aksara ternyata aku hanya jeda.
NOESIS [END] de Reisen_San
21 partes Concluida
Setiap pagi dimulai dengan nada yang sama. Nada yang tidak asing, tapi juga tak pernah benar-benar diingat. Seperti dengung lembut yang tumbuh dari dinding, atau bisikan yang terlalu sopan untuk membangunkan siapa pun. Anak-anak terbangun perlahan. Mereka tahu kapan harus duduk, kapan harus tersenyum, dan kapan harus mengatakan "terima kasih" pada sesuatu yang tidak pernah mereka lihat. Langit tak pernah berubah. Lantai tak pernah berdebu. Hari-hari disusun rapi seperti barisan seprai yang terlipat. Tidak ada yang jatuh. Tidak ada yang hilang. Kecuali... sesuatu yang tidak pernah disebut. Di antara semua yang seragam, ada satu yang tidak persis cocok. Seorang anak perempuan yang terlalu tenang, terlalu sering diam di tengah keramaian, dan matanya-selalu mencari sesuatu yang tidak terlihat orang lain. Serene. Ia menulis hal-hal kecil di balik kertas tugas. Hal-hal yang tidak pernah diajarkan, dan tidak boleh ditanyakan. Ia mencatat kapan musik terasa sedikit lebih sendu, kapan suara langkah di lorong tidak cocok dengan jumlah kaki. Orang bilang Serene hanya anak yang suka berpikir. Anak yang tidak pernah nakal, tidak pernah melawan. Tapi mereka tidak tahu... diam itu kadang bukan berarti lupa, melainkan mengingat terlalu banyak. Dan pagi-pagi di tempat ini, yang seharusnya hangat dan tenang, perlahan mulai terdengar berbeda- bukan karena ada suara baru, tapi karena seseorang mulai benar-benar mendengarkan. [Update setiap Malam] 《DISCLAIMER》 [DON'T COPY PASTE MY STORY!!] *Aku butuh sebuah 🌟 agar mereka yang tak terlihat tidak mendekat * Start = 14 mei 2025 Finish =
CATATAN HARIANKU de adirosadi95
17 partes Concluida
Tentunya pasti dari kalian pernah mendengar cerita-cerita atau melihat film-film hantu yang menyeramkan ? mungkin akan membuat bulu kuduk kalian berdiri, apalagi jika melihat langsung wujud-wujud dari mereka. Kemungkinan orang itu akan terlihat seperti orang tak waras yang sering berbicara seorang diri atau bertengkar meski yang dihadapinya hanyalah angin semilir. Seperti halnya yang terjadi pada diriku, cerita-cerita yang terjalin bersama makhluk-makhluk mengerikan itu sampai menjadi luka yang mendalam ketika berjalan beriringan dengan langkah mereka. Sulit terbayangkan ketika ribuan makhluk berwujud tak ideal menampakan diri padaku, menggangu kenyamananku untuk beraktivitas seperti layaknya teman-teman sebayaku lakukan. terlebih ketika semua ini bukan ilusi belaka ataupun halusinasi, wajah-wajah mereka yang mengerikan dan menyeramkan itu benar-benar hadir di setiap waktuku. Seringkali aku heran dengan mereka, duniaku dengan dunia mereka jauh lebih berbeda, tanah yang kami pijakpun juga berbeda. suatu ketika aku pernah berfikir, mengapa mereka harus terlibat dalam hidupku begitu pula aku harus terlibat dalam hidupnya. Namun, aku mulai menyadari bahwa kita masih berada di bawah naungan langit yang sama. Berulang kalinya semua peristiwa ataupun kejadian tentang diriku juga dengan orang lainnya terjadi begitu saja. Aku seperti surat kabar yang siap untuk memberitahukan setiap kabar peristiwa ataupun kejadian yang akan terjadi dengan diriku ataupun orang lainnya. Semua itu tersimpan dalam catatan Harianku ini. Jika kalian tetap menginginkan menjelajahi catatanku, aku persilahkan memasuki Gerbang Dimensiku terlebih dahulu untuk bercengkrama dengan kisah-kisah mereka. Ingaatlah ketika mereka berkata "Merekapun pernah nyata !!!"
Quizás también te guste
Slide 1 of 9
❲END❳ TRAPPED IN A HAREM NOVEL cover
PEWARIS CINCIN KUTUKAN cover
Dark Tales From Deep In The KEBUN DJENGKOL (TAMAT) cover
The Past Keeper : Naserin Dante cover
KOMA || Un1ty cover
NOESIS [END] cover
Shadows of the Main Story cover
•Pantai Terlarang Rahasia Umum• cover
CATATAN HARIANKU cover

❲END❳ TRAPPED IN A HAREM NOVEL

30 partes Concluida

ʬʬʬ ⋆ 𖠿 ┊ ꒰ transmigration story ꒱ ━ niken merasa mati konyol karena terpeleset kulit pisang. tapi dirinya heran, bukannya pergi menuju alam baka, jiwanya malah terjebak di dunia yang asing dan menjadi seorang figuran. ⚠ peringatan. ⁣cerita ini hanya fiktif belaka, bukan novel terjemahan, terdapat kata-kata kasar, dan bahasa non-baku. © cover art from "our secret alliance" by cakenyam & edited by anemoma. ﹙﹫anemoma ﹚