Lily Dan Jodoh

Lily Dan Jodoh

  • WpView
    Membaca 29
  • WpVote
    Vote 4
  • WpPart
    Bab 15
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sel, Agt 31, 2021
WpInfo
Fiksi Penggemar
Cinta pertama memang sulit dilupakan. Seperti cinta lily pada Tama yang tak habis dimakan oleh waktu. Hingga takdir membiarkan mereka untuk tinggal di satu atap yang sama namun dengan hubungan yang berbeda. Demi surat wasiat, Lily harus menikah dengan Nata. Ia merupakan adik Tama yang terkenal sombong dan pendiam. Tama tidak pernah bermimpi akan kehilangan Lily, apalagi sampai dinikahi oleh adiknya sendiri.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#14
funfict
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Caramel
  • Bye My First... ✔
  • CINTA YANG NYATA
  • Maybe You
  • Cinta Adelia
  • Am i?
  • Calvarie | Revisian [Segera Terbit]
  • Living with Brothers  [TAMAT]✓
Caramel

[ T A M A T ] "Punya mulut dijaga!" desis Caramel. "Ngapain gue jaga mulut gue buat orang yang kasar dan nggak tau sopan santun kaya lo!" balas Malvin ketus. Caramel mengangkat sebelah alisnya lalu berjalan mendekat kearah Malvin hingga jarak diantara mereka hanya tersisa setengah jengkal saja. Caramel berjinjit menyamai tinggi Malvin lalu ia langsung menggigit bibir bawah cowok itu dengan kencang. "Kan gue udah bilang, punya mulut dijaga." Caramel menyunggingkan senyum lalu melangkah pergi dari sana. Berawal dari pertemuan yang tak mengenakan dengan cowok berperawakan tinggi itulah yang malah membuat Caramel tak bisa jauh-jauh darinya. Selalu ada saja kejadian-kejadian yang melibatkan keduanya yang membuat mereka jadi tambah dekat satu sama lain, seperti seakan-akan mereka tercipta memang untuk dipersatukan. Cowok dengan nama belakang Adhitama itu telah berhasil menjadi kelemahan Caramel si gadis egois. Bertengkar karena hal spele sudah menjadi hal yang biasa bagi keduanya, sebab mereka bersatu pun karena sebuah rasa benci. Rasa benci yang kemudian berkamuflase menjadi rasa ingin memiliki. Tapi akankah mereka bisa terus bertahan dengan sifat egoisnya masing-masing?

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan