Art In My Life

Art In My Life

  • WpView
    Membaca 298
  • WpVote
    Vote 13
  • WpPart
    Bab 1
WpMetadataReadLengkap Sel, Jul 11, 2023
WpInfo
Fiksi Penggemar
NCT
Ini adalah kehidupan seorang anak remaja yang tidak pernah jauh dari kata menggambar atau melukis. Selalu dikekang, tapi tak dianggap ada. Menjalani hidup yang harus di atur oleh orangtua nya dan dilarang untuk menekuni hobi nya, yang tanpa orangtua nya tahu bahwa hobi tersebut adalah curhatan hidupnya. "Rendy ngelukis dan ngegambar karena Rendy ngerasain hidup dan bahagia sama lukisan yang Rendy buat" "Aku ngerasa ini bukan kehidupan aku yang seharusnya, aku juga sering berpikir apa aku ini Rendy atau bukan? Itu pertanyaan yang selalu muncul di kepalaku" Akankah Rendy bisa bertahan dari semua cobaan dalam hidupnya, atau ia akan menyerah dan memilih mengakhiri pemberitaannya. Atau mungkin ada akhir bahagia dari semua pemberitaannya. Dan mengungkapkan jatidirinya yang masih ia ragu kan. Start : 28/10/2021 finish : - Maaf sebelumnya karena beberapa waktu yang lalu aku unpublished, karena ada yang aku ubah.
(CC) Atrib. TanpaTurunan
#314
thewattys
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • It's Always Been You✔️
  • 2. Mending | mark lee ✔
  • ADARUSA | Park Jisung (TAHAP REVISI)
  • be yourself || chenle & jisung
  • Magic Boy✔️
  •  Seven Hereditary Magic [nct dream]👑 (slow up)
  • Orange Maple » Chenle X You
  • FRASA || ft. Huang Renjun [END]✔(REVISI)
  • My Maps Heart! || Jeno ✔

Winter, gadis skater serba bisa dari Thunder Clan, merasa seperti terjebak dalam mimpi buruk ketika papanya tiba-tiba meminta, atau lebih tepatnya memaksanya untuk bekerja sebagai asisten rumah tangga di rumah keluarga teman orang tuanya. "Kalau adek nggak mau, papa bakal bakar semua deck yang rapi tertata di kamar adek sampai jadi abu." Ancaman itu langsung menusuk hati Winter. Deck-deck itu bukan sekadar papan luncur. Mereka adalah bagian dari dirinya, saksi setiap kompetisi dan penopang semangatnya. Mana mungkin ia membiarkannya jadi korban amukan sang papa? Dengan terpaksa, ia pun menyanggupi pekerjaan itu meski artinya harus membagi waktu antara kuliah di Universitas Kwangya dan mengurus rumah keluarga majikannya. Merawat empat anak di rumah itu sebenarnya bukan tantangan besar untuk Winter. Ia bisa dengan mudah mengatasi kelakuan si kembar usil, Jisung dan Ningning yang berusia tujuh belas tahun, juga kepolosan Sakuya yang berusia sebelas tahun dan si kecil Ian yang baru enam tahun. Semua terasa terkendali kecuali satu hal: Jaemin, si sulung yang tampaknya menjadikan Winter sebagai target utama untuk mencari-cari kesalahan. "Bener kamu jago masak? Yakin nggak bakal mati kalau makan masakan kamu?" "Otaknya pinter atau nggak sih? Sayang banget masa muda kebuang percuma. Kamu nggak minat nyambung kuliah?" "Baru pagi-pagi aja udah ngilang. Kamu ke mana emang?" Sumpah, kalau saja Jaemin bukan anak majikannya, Winter sudah lama melibas pria itu dengan deck kesayangannya. Menyebalkan bukan main. Namun, di balik semua adu mulut dan tatapan sinis itu, ada sesuatu yang samar. Perasaan yang pelan-pelan menyusup, tapi tak mungkin mereka akui. Di tengah kesibukan menjadi mahasiswa sekaligus satu-satunya gadis di Thunder Clan, mampukah Winter bertahan menghadapi kelakuan Jaemin yang seakan bisa meruntuhkan dunia? Dan apa yang akan terjadi ketika Jisung, Ningning, Sakuya dan Ian mulai menganggap Winter sebagai kakak mereka sendiri?

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan