Allen [ Gadis Milik Mafia ]

Allen [ Gadis Milik Mafia ]

  • WpView
    LECTURAS 57
  • WpVote
    Votos 6
  • WpPart
    Partes 5
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación sáb, jul 17, 2021
[ Gadis Milik Mafia ] "Tidak akan ada yang memahami kesakitanmu kecuali dirimu sendiri." __Ellen Adella Puspita Dewi__ "Jadilah gadis penurut, jika tidak ingin pisauku bermain-main di tubuhmu! __Allen Brilian Alfi Wijaya__ Bagaimanakah kisah selanjutnya? Akankah Ellen bertahan dengan sikapnya Allen?
Todos los derechos reservados
#235
penyiksaan
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Cinta Dan Lukanya
  • Memories Of Love  (SELESAI)
  • Syerli And The Wounds That Never End
  • 𝐊𝐈𝐒𝐀𝐇 𝐘𝐀𝐍𝐆 𝐇𝐀𝐌𝐏𝐈𝐑 𝐒𝐄𝐋𝐄𝐒𝐀𝐈 (END DAN TERBIT)
  • ALDAN PRISILIA
  • ALAN-A
  • Taste Of Love
  • ALVINA
  • Suddenly Becomes Samara In The Novel

"Genggam cinta ini dan hempaskan semua dendam itu, karena cinta tak mungkin tumbuh, jika rasa dendam yang tersisa masih begitu dalam." ° ° ° ° "Kamu sakit apa? Ngomong dong mas, cerita. Selama kita nikah kamu gak pernah cerita kehidupan kamu sedikitpun ke aku, kenapa sih? Aku ini istri kamu loh," ucap wanita paruh baya, yang kini sudah tak mampu lagi untuk menahan air mata karena terlalu khawatir dengan kondisi lelakinya "Tapi saya gak pernah menganggap itu. Dan saya akan cerita ditempat yang menurut saya aman, dirumah yang bila mana saya berada didalamnya akan terus merasa nyaman. Dan itu....." "Dan itu pastinya bukan aku," potong wanitanya, pada seorang yang sedari tadi memberi tatapan elang padanya Wanita yang selalu terlihat tegar dihadapan siapapun itu. Kini, runtuh. Saat mendengar perkataan yang baru saja lelakinya lontarkan, bahwasanya tidak mengganggap dirinya sebagai seorang istri. Lelaki yang selama ini selalu ia kasihi penuh, dengan akar cintanya yang setiap waktu tidak berhenti tumbuh, namun seperti itu balasan yang diberikan. Kini terlambat, berat untuk beranjak lebih jauh. Ia sudah terlalu dalam, karena baginya lelaki tersebut bukan hanya belahan raga maupun jiwanya. Tapi juga, jika dia harus kehilangan seluruh tetes darahnya demi lelaki itu, maka dia bisa memastikan tidak akan muncul rasa penyesalan nantinya.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido