CAAIS
  • WpView
    Reads 163
  • WpVote
    Votes 25
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Dec 25, 2021
Harris menaikkan satu alisnya seolah menyangkal ucapanku "Ya lo aneh, pagi-pagi udah bad mood" "Lo yang buat gue bad mood" "Hah? Kok jadi gue sih" "Ya, elo" "Dasar cowok nggak jelas" "Lo yang nggak jelas" "Lo!" Tanpa ku sadari suaraku begitu keras hingga membuat seisi kelas menoleh ke arahku. "Itu yang masih mau ngobrol lebih baik keluar aja" sahut kak Ipeh yang membuatku membekap mulutku sendiri dan mengabaikan Harris. "Ayo cabut" "Lo gila?" ucapku sedikit berbisik. "Gue gila juga karena lo" Aku menautkan alisku "Ck.. terserah" ... Start 5 Juli 2021 pengingatkisah
All Rights Reserved
#16
harris
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • NIDA ( END )
  • GLEICH (SELESAI✔)
  • Diary Bestie (TERBIT)
  • ARGA [TAMAT]
  • Jiwa yang Tersesat (ENDING)
  • ClaRasya | Komplit✓
  • DOSEN or PACAR  [Selesai]
  • The Story Of Out Youth [ ON GOING]
  • Stay (Away)
  • Sosiologi Cinta (TAMAT)

"Berhenti main main! Gue pengen serius." Tukas Aldi dengan wajah seriusnya, tanpa ada sedikit unsur candaan. Ia nampak sedikit gusar sebab wanita dihadapannya ini tak pernah menganggap ucapannya serius. Nida sedikit ketakutan saat laki laki didepannya itu menaikkan nada bicaranya. Ia juga terkejut,laki laki yang satu ini selalu menjadikan apapun seperti lelucon dan candaan, namun kini dia terlihat begitu serius membuat Nida tak mampu menjawab dan hanya bisa membisu. Sial! Kenapa jantungnya berdegup keras. Ya ampun Nida merasakan pipinya memanas. "Lo harus jawab, nona muda." Aldi mendekatkan tubuhnya pada gadis dihadapannya hingga jarak mereka semakin tipis. Aldi merendahkan pandangannya, sebab tinggi mereka tidak setara. Dan di sini jelas Nida lah yang tidak terlalu tinggi. Nida mengangkat kepala dan pandangannya. Aish! Jantungnya sangat berdegup kencang. "Runtuhin tameng hati gue. Buat gue percaya akan hal itu." Ujar Nida dengan bersikeras menahan degupan di dada nya. Seulas senyuman terukir di wajah indah Aldi, dia kemudian mengambil jarak kembali menjauhkan tubuhnya,sebab ia tahu bahwa gadis dihadapannya itu tidak nyaman. "Setelah gue berhasil, gue gak bakal lepasin lo. Gue yang akan jadi pemenang. Hm?" Terdengar jelas seperti tantangan Aldi berucap. Membuat Nida semakin kalut. Ahhg! Aldi selalu saja berhasil membuat desiran aneh dalam tubuh Nida. Demi apapun Nida ingin menendang Aldi jauh jauh saat jantungnya berdegup keras. Bisa semakin malu ia jika Aldi mendengar degupan jantungnya. Tanpa Nida sadari, ia lah yang terjebak oleh ucapannya itu. Antara hati dan logika. note : ( Beberapa adegan terinspirasi dari cerita orang sekitar. ) ( Dipublikasikan pada : 6 Juli 2020 ) ( End ) ( Dilarang copas, atau plagiat cerita ini! Mikir sendiri jangan seenaknya, lu kira nyari ide cerita segampang nyari upil? ) Rank 1 #Nida ( 8 Juli 2023 ) Rank 1 #pdkt ( 21 Juli 2023 )

More details
WpActionLinkContent Guidelines