Cerita Hujan

Cerita Hujan

  • WpView
    Reads 219,995
  • WpVote
    Votes 18,204
  • WpPart
    Parts 43
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Oct 10, 2024
"Setelah patah, kita juga berhak bahagia," - Hujan Hayunggi Hujan sejak dulu selalu dicap sebagai perempuan paling bodoh. Bagaimana tidak, ia selalu mendapatkan berbagai kesialan karena kelakuannya yang suka sekali menganggu Pelangi. Hujan yang iri pada segala yang Pelangi punya, tentang bagaimana ia mendapatkan segalanya, termasuk Langit. Suatu hari, Hujan harus dihadapkan atas segala konsekuensi yang ia lakukan selama ini, menyakiti bahkan nyaris membunuh Pelangi atas rasa irinya terhadap gadis itu. Kini ia menuai apa yang ia perbuat, dibunuh dengan begitu sadis, ditangan seseorang yang sangat ia harapkan untuk merengkuhnya, Langit. Tapi bukankah Tuhan selalu punya cara untuk membuat takdir yang rumit? Hujan pun begitu, ia mendapatkan kembali kesempatannya, menjadi lebih baik. Ya, untuk kedua kalinya. *** Ini cerita pertamaku di wattpad, berkali-kali ragu buat upload draftnya. Akhirnya nekat juga wkwkw. Semoga suka ya.
All Rights Reserved
#239
rengkarnasi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Pelangi untuk Hujan(on going)
  • ALEYA~~
  • Langit Artharendra
  • I Am Not Boy
  • A Romantic Story About Renjun || JaeRen
  • gavinca: Puppy Love
  • Rintik hujan [COMPLETED]
  • Meet Again ; Ketika Kisah Belum Usai [End✓]
  • My Beloved Universe [ Completed ]

"Peluk gue Hujan!" "Jangan mati sekarang BODOH!" "Bunuh gue Bumi biar bisa bareng terus!" "Bunda,Bunda.Gelap.Karena warna Awan hilang!" "Cepat berdamai Hujannya Pelangi,biar Hujan lebih bahagia kedepannya" Lo berubah Pel"Itu suara Bulan,dia mengatakan itu dengan isakan karena tidak ada sahutan apapun dari pelangi membuat Bulan semakin terisak.Untung sesuana cafe siang ini tidak terlalu rame itu memudahkan mereka untuk saling bicara tanpa memikirkan pendapat orang lain."Lo ga seperti Pelangi yang gue kenal,lo beda dan lo bukan Pelangi sahabat gue."Untuk satu kalimat dari Bulan membuat Pelangi tersenyum,dia menatap Bintang sebentar dan mengalihkan padanganya kepada Bulan."Bukan gue yang ga lo kenal,tapi lo memang ga kenal gue dari awal"satu tarikan nafas dan kekehan membuat Bulan menatap Pelangi, sedangkan Pelangi yang ditatap hanya diam dengan muka datar."Maaf, maaf,maafin gue,gue tau gue salah tapi tolong jangan hukum gue seperti ini."Bulan makin terisak,air matanya sama sekali tidak membuat pelangi kasian,tapi entahla mungkin hanya Pelangi yang tau apa yang dia rasakan saat ini.Bintang sendiripun merasa sangat bersalah atas semua ini,dia juga mengambil peran penting dalam semua hal perubahan yang terjadi pada pelangi."Makasih,gue pergi.Jangan cari gue lagi,karena Pelangi yang kalian kenal sudah mati."

More details
WpActionLinkContent Guidelines