JALAN TAKDIR

JALAN TAKDIR

  • WpView
    Reads 199
  • WpVote
    Votes 64
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Dec 23, 2021
"Ya Alloh,aku tidak mengerti dengan skenario mu.Sungguh,aku tidak bisa lari dari semua ini.Ternyata takdir sepahit itu" ~Anisa Putri Azzahra~ "Aku hanya bisa melihatmu dari alam yang berbeda,kuharap kau terus bahagia dan tersenyum,maap aku tidak bisa menuntaskan janji ku,sampai jumpa di Surga-Nya Anisa Putri Azzahra" ~Muhammad Alzam~ "Aku tau,kau terlalu baik untuk ku miliki.Namun pantaskah aku,jika kembali mengharapkanmu setelah semua yang terjadi padamu karena kebodohanku" ~Haris Muhammad Fadlan~ ☀☀☀ Sebuah jalan takdir Alloh yang tidak bisa di tebak oleh siapapun. Begitupun dengan seorang ANISA PUTRI AZZAHRA dia sendiri bingung akan jalan takdir nya sendiri. Cape?Sedih? Bahkan lebih dari kata itu Tapi dia selalu ingat dengan firman alloh: ﻻتحزن ان الله معن "Jangan lah kamu bersedih,karna sesungguhnya Alloh ada bersamamu " Ya begitulah firman alloh yang selalu membuat nya tegar akan menghadapi semua ini Hingga datang seseorang yang bisa membuat seorang Anisa Putri Azahra melupakan kesedihanya dan mulai menjalani hidup seperti biasanya lagi. Lalu bagaimna dengan kelanjutanya?
All Rights Reserved
#643
ustadz
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cinta Dalam Iman
  • ASA (Lengkap/TERBIT)
  • Perihal Mengikhlaskanmu [TAMAT]
  • Antara Cinta dan Persahabatan
  • Bukan Aku yang Dia Inginkan || TERBIT ✓
  • Assalamualaikum Pak Ustadz
  • Skenario Allah✔[End]
  • ZARAIDEN [End]
  • Cinta Dalam perjalanan Takdir (Tidak Lanjut)
  • Gus Alfathar (SUDAH TERBIT)

Azha tidak pernah menyangka bahwa langkah pertamanya di pesantren akan mempertemukannya dengan Muaz-santri yang dingin, pendiam, dan selalu terlihat serius dengan hafalannya. Sejak awal, mereka berada di dunia yang berbeda. Muaz sibuk dengan hafalannya, sedangkan Azha berusaha menyesuaikan diri dengan lingkungan baru. Namun, takdir selalu punya cara unik untuk mempertemukan dua orang yang seharusnya berjalan di jalur masing-masing. Tatapan yang tak sengaja, pertemuan di tempat yang tak terduga, hingga percakapan-percakapan kecil yang membuat Azha menyadari bahwa Muaz tidak sekeras yang terlihat. Di antara hafalan dan kesibukan pesantren, Azha mulai memahami bahwa ada jeda di antara mereka-sesuatu yang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata. Jeda itu bisa berupa harapan, doa, atau bahkan perasaan yang perlahan tumbuh namun tak bisa diungkapkan. Tapi ketika waktu mulai memisahkan mereka, Azha dan Muaz harus menghadapi kenyataan bahwa tidak semua perasaan bisa menemukan jalannya sendiri. Apakah keduanya akan tetap berada di jalur masing-masing, ataukah takdir akan membawa mereka kembali bertemu di titik yang sama? Sebuah kisah tentang perasaan yang terpendam, tentang ketulusan dalam diam, dan tentang bagaimana Allah selalu punya rencana terbaik di setiap jeda yang tercipta. 🕐 UPDATE SETIAP SELASA & MINGGU

More details
WpActionLinkContent Guidelines