Altara
  • WpView
    Reads 2
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jul 18, 2021
CERITA INI HANYA SEKEDAR HALU AUTHOR SAJA, TIDAK BERMAKSUD MENYINGGUNG PIHAK MANAPUN OH YA GUYS, CERITANYA ADA GENRE FANTASINYA JADI JANGAN HERAN CERITANYA KEDEPANNYA AGAK MEMBINGUNGKAN ENJOY;V . . . . Altara adalah seorang gadis dingin yang kehilangan seluruh kebahagiaan nya sebagai seorang anak. Pembawa sial, penyihir, pembawa kutukan, bahkan ada yang menyebutnya sebagai dewi kematian. Semua julukan yang ia dapatkan tidak semata-mata Di tujukan kepadanya tanpa adanya sebab, percaya tidak percaya, seseorang yang menerima nya akan lenyap dengan tidak wajar. Di buang sendari ia kecil, tidak!!!!!! Bahkan dia di buang ketika tali pusarnya belum sempat di potong. Pantaskah dia menderita? Bahkan ia tidak tahu apa kesalahannya. Jika di tanya apa keinginannya dia hanya ingin terlahir normal dan memiliki keluarga serta mempunyai banyak teman. Ya harapan yang konyol, anak yang terlahir di keluarga yang tampak bahagia belum tentu bahagia, tetapi satu hal penting yang ia ketahui, terlahir tanpa keluarga dan TIDAK DINGINKAN lebih menyakitkan di banding kan apa pun. Kebenaran besar yang harus ia ketahui ketika genap 15 tahun akan mengubah SEDIKIT kehidupan nya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Seperti Tulang [SUDAH TERBIT]
  • Air Mata Elara
  • DIA ANEH
  • 𝑨𝒌𝒔𝒂𝒓𝒂 𝑫𝒊 𝑳𝒂𝒏𝒈𝒊𝒕 𝑷𝒂𝒔𝒖𝒏𝒅𝒂𝒏
  • AETERNA  | Selesai✓
  • Endless Summer [TAHAP REVISI]
  • 𝑻𝑰𝑴𝑬 𝑻𝑹𝑨𝑽𝑬𝑳 : 𝑂𝑓 𝑎 𝐶𝑜𝑙𝑑-𝐻𝑒𝑎𝑟𝑡𝑒𝑑 𝑊𝑜𝑚𝑎𝑛
  • ALZEA (TERBIT)
  • ATHABEL (ON GOING )
  • PAIN (TERBIT) ✔

⚠️ Ditulis oleh: Aksaradin & NS. Sea ⚠️ Tersedia di shopee @ranisalenovel *** Haura Putri Maheswari, perempuan yang dikenal cantik, entah parasnya, maupun bentuk lukanya. Haura tumbuh pada atap sempurna, tapi cacat. Ia diperbolehkan untuk tinggal, meski suasana tampak berbeda dalam sana. Sebab, beberapa orang mungkin tidak akan pernah menganggapnya terlihat. Meskipun begitu, Haura tetap ingin bersama keluarganya. Tidak ada yang baik-baik saja, hari-hari terasa seperti berjalan pada kegelapan. Memasuki dunia yang di mana hanya ada luka dan air mata. Hidup tidak selamanya berisi kebahagiaan, memang. Luka, duka, pilu, dan rasa sedih akan selalu bertandang tanpa henti. Bahkan, tidak semua orang mampu bertahan hingga akhir. Ada yang memilih memutuskan jalannya sendiri, memilih mengutuk diri atas kelahiran, dan ada yang pulang sebelum waktunya. Namun kali ini, Haura berharap ia mampu bertahan di tengah gempuran pembenci. Tak ada yang dapat disalahkan, termasuk takdir. Semua yang terjadi sudah memiliki garisnya sendiri. Haura percaya, pada awalnya, bahwa hal-hal yang rusak pasti akan menemukan utuhnya suatu saat nanti. Hingga di mana kepercayaannya mulai pudar, seseorang datang, menuntunnya kembali pada jalan berbatu yang ia lalui sebelumnya. Ia jelas menolak, untuk apa kembali pada tempat yang sama jika harus mengulang patah yang serupa untuk kesekian kali? "Untuk membuat usaha lo menanam benih bunga di tahun-tahun sebelumnya nggak sia-sia. Gak mungkin 'kan kalau lo gak mau ngelihat hal indah yang selau lo nanti kedatangannya." - Samudra Sean Albiru **** "Ketika hidup dianugerahi patah berkali-kali, kau akan memilih mati, atau kembali sembuh dalam keadaan tak utuh?" - Seperti Tulang

More details
WpActionLinkContent Guidelines