Tears Drop

Tears Drop

  • WpView
    Reads 21
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jul 14, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Wanita itu terlihat kesepian. Itulah yang pertama kali kupikirkan ketika melihat wanita tersebut duduk di kursi goyang dengan cahaya mentari pagi yang lembut membungkus tubuhnya. Tapi, apakah itu benar? Jika memang benar, apa penyebab dari rasa sepinya itu?. Entahlah, kawan. Jawabannya sendiri baru dapat kutemukan ketika waktu menjalankan perannya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • POSITIF (END)
  • Memories in Moon
  • AMERTA : The Last Embrace
  • Can I have you, Mas
  • Dancing In The Wound
  • Shattered Soul
  • NOESIS [END]
  • Brother [✔️]
  • Noda dalam Cinta

• Rank 1 in positif of 131 stories [08.11.20] Bangun tidur dengan posisi masih di atas ranjang sudah biasa. Bangun tidur di sisi ranjang melihat guling sudah biasa. Bangun tidur di kamar sendirian juga sudah biasa. Tapi, bagaimana perasaanmu di saat bangun tidur guling itu berubah menjadi sebuah guling bernyawa? Bagaimana perasaanmu di saat bangun tidur ada orang lain yang juga ikut terbangun di atas ranjang yang kamu tiduri? Apa yang kamu rasakan saat melihat seorang laki-laki yang ikut tidur bersamamu, di kamarmu sendiri tanpa sepengetahuanmu? Kaget? Terkejut? Histeris? Seperti itulah yang dirasakan oleh Bella. Tanpa tahu bagaimana caranya, saat dia membuka mata sosok laki-laki yang familiar di dalam hidupnya adalah objek yang pertama dia lihat saat terbangun dari tidur. "LO COWO TERBODOH YANG PERNAH GUE TEMUI!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines