Suicide

Suicide

  • WpView
    Reads 57
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Aug 5, 2021
WpInfo
Non-Fiction
Beberapa hari belakang saya jadi sering berfikir, atau justru terlalu banyak berfikir? Entahlah saya tidak tahu. Banyak benalu yang tumbuh jika saya diam artinya saya bisa mati secara perlahan. Bergerak juga percuma, mati rasa. Karena dari itu, suicide hadir. Seperti namanya, ia hanya anak dari harapan yang tidak pernah diharapkan. Lapak curhat :')
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rumah Tanpa Pintu [ON GOING]
  • CATATAN HARIANKU
  • [LAD] → Love And Destiny
  • Kathréftis {καθρέφτης}|| End✓
  • Everything About You
  • HAK UNTUK BUNUH DIRI
  • I Wanna Die Soon (Beginning)✔️
  • [END] When the Stars are Tired
  • Titik Koma; Sketsa (TERBIT - STORA)
  • CINTA DALAM DIAM

"Aku yang bakal bawa Dhega." "Kamu gila, Bayu? Kamu gak mikirin anak-anak? "Aku atau kamu yang gila? Aku atau kamu yang nggak mikirin anak-anak?" Sedari ia kecil sang ibu selalu memarahinya dengan alasan jika ia harus berguna dan tidak merepotkan orang lain. Ibunya yang selalu meremehkan hal-hal kecil yang ia lakukan, ibunya yang selalu mementingkan dan mengutamakan sang anak pertama. Dunianya kala itu harusnya hanya tentang bermain, malah ikut andil dalam permasalahan orang dewasa. Dan naasnya, ia harus melihat kedua orang tuanya yang memilih untuk berpisah. membuat dirinya harus ikut dengan sang ayah. Semesta Radhega yang tidak ingin melulu menjadi akhir, ia juga ingin menjadi yang utama, yang selalu diprioritaskan ibunya. "Begitu sulit menyuarakan luka, saat mereka terus-menerus mendesakmu untuk sempurna."

More details
WpActionLinkContent Guidelines