ayah <3 || jichen

ayah <3 || jichen

  • WpView
    Reads 50
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jul 7, 2021
di sebuah desa di Indonesia, di sebuah RT 07 RW 01 yang terlihat tidak kuno alias tidak seperti desa pedalaman, namun di desa itu ada anak yang hidup pas pasan dengan keluarga kecil mereka yang beranggotakan 4 orang, anak itu diketahui bernama raditya chenle prayoga atau lebih di kenal dengan sebutan chenle/adit, bocah itu berusia 5 tahun dengan kulit ya. . . lebih cerah dari teman teman yang lain maklum nenek nya keturunan Tionghoa murni, awal nya keluarga mereka baik baik saja terbilang cukup harmonis, tapi sepertinya sang ibu salah jalan hanya karna lagi butuh uang, iya ibunya berhutang dengan orang, yang mana utang itu berbunga lumayan, sejak saat itu keadaan rumah tangga mulai retak tak karuan, lalu bagai mana dengan kisah keluarga prayoga itu . . . Rabu, 07 Juli
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • TUJUH SAUDARA [END]
  • Jung Haechan
  • LOVE for the MAKNAE
  • Flare
  • keluarga Pak Mahen
  • Penyesalan Lee Jeno |nomin|
  • Musuh Tapi Menikah || Park Jisung[✓]
  • FANS || JICHEN (HIATUS)
  • The Young Marriage🫂
  • Daddy Park || Chenji/Jichen [END]✔️ [TELAH TERBIT]

Sudah TAMAT Tujuh anak laki-laki yang harus hidup dengan segala kekurangan, mereka hidup dengan penuh kebohongan yang mana itu membuat hubungan mereka sedikit goyah, tapi berkat kasih sayang mereka kembali bangun dan merubah menjadi kebenaran tanpa perlu di tutupi lagi. orang tuanya mereka sudah meninggal dunia sejak 1 tahun lalu, Malik sebagai kakak tertuanya terpaksa berhenti sekolah karena dia harus berkerja demi menyekolahkan adik-adiknya dan membantu mereka untuk makan. mereka bertujuh tinggal dirumah peninggalan orang tua nya yang sederhana. semua berjalan baik-baik saja hingga badai terus mengguncang mereka dan senyuman yang indah itu hilang tak pernah tercipta lagi.

More details
WpActionLinkContent Guidelines