Story cover for Survive Day by Czuphergirlstrongly
Survive Day
  • WpView
    Reads 16
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 3
  • WpView
    Reads 16
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 3
Ongoing, First published Jul 07, 2021
Perjuangan hari dimana sakit sangat mendera. Sesaat sebelum pergi keluar kota, Mama dan Papa sudah mengingatkan bahwasanya aku tidak boleh melakukan aktifitas yang memicu gejala sakitku kambuh, namun karena kejenuhan yang kurasakan, tidak betah diam saja dirumah harus ada aktifitas yang dilakukan, dan akhirnya aku mencari-cari pekerjaan dengan membereskan almari buku yang mana akan ku pindahkan ke kamarku. Banyak hal yang menjadi penyebab batalnya kepergian keluar kota, berkali-kali memesan tiket kereta yang akhirnya selalu tertunda. Dan inilah secuplik kisah perjuanganku dalam berjuang untuk tetap bernafas dikehidupan dan hari selanjutnya. Selamat Membaca 😉 cuplikan kisah harianku.
All Rights Reserved
Sign up to add Survive Day to your library and receive updates
or
#53muhasabahdiri
Content Guidelines
You may also like
Make A Better Place (Autobiografi Triocahyo Utomo) by Triocahyou
109 parts Complete
Aku adalah aku. Dan tetap selamanya aku. Semua orang bebas berkata tentang aku. Entah berkata yang baik-baik, ataupun berkata yang buruk-buruk. Terserah mereka. Kebenaran tetap mutlak hanya pada Tuhan. Sementara aku hanyalah makhluk-Nya yang tak luput dari kesalahan. Itulah aku, mungkin selamanya akan seperti itu, tetapi tidak tentang kehidupanku. Aku ucapkan terima kasih kepada semua. Yang telah hadir. Kisah ini berawal dari beberapa tahun sebelumnya. Disaat aku masih berharap bahwasanya setiap hal akan berjalan dengan semestinya. Tulisan ini mengisahkan tentang perjalanan hidupku, yang tentunya penuh dengan hal yang tak terduga. Juga kisah tentang perjuangan dalam menggapai impian menjadi pesepakbola profesional. Hingga akhirnya waktu membawaku menuju perjalanan hidup baru yang tak pernah aku bayangkan sebelumnya. Banyak kisah, Cerita hingga problematika hidup yang aku alami yang mungkin bisa di jadikan pelajaran hidup bagi pembaca dimana pun anda berada. Jika ada kebaikan di dalamnya itu datangnya dari Allah SWT, jika ada kesalahan atau kekeliruan didalamnya. Saya sebagai penulis meminta maaf yang sebesar-besarnya. Saya juga meminta maaf apabila ada kekeliruan tempat ataupun peristiwa yang kurang sesuai selama saya menuliskan karena saya hanya manusia biasa yang jauh dari sempurna dan begitu banyak kekhilafan. Jadi untuk semua teman-teman kerabat dan semua orang yang terlibat didalam tulisan saya. Saya harap bisa memahami sehingga tidak sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Terutama untuk kisah-kisah yang sudah lama berlalu. Saya sama sekali tidak ada maksud untuk mengait-kaitkan kembali apa yang telah terjadi yang mungkin akan berdampak pada keharmonisan kehidupan kalian sekarang. Saya harap kalian semua bisa memakluminya. Terima kasih. Selamat membaca..
Embun Pagi by BagasYeni
12 parts Complete
Namaku Anahita Embun Prasetyo, aku hidup dalam keluarga kurang mampu yang memiliki seorang ayah penerima jasa antar jemput cuci kendaraan dan seorang ibu rumah tangga yang sangat penyayang. diusiaku yang masih menginjak 12tahun aku dituntut untuk mandiri dalam segala hal. tidak seperti selayaknya anak berusia belasan tahun yang masih memiliki kesempatan bermain dan bermanja-manja. bahkan aku terkadang merasa iri melihat teman-temanku yang bisa bermain dan terpenuhi keinginannya, seperti memiliki sepedah, boneka, dan peralatah sekolah yang layak. sedangkan aku yang setiap harinya sepulang sekolah selalu membantu ibu menjajakan kue nya keliling kota. aku yang menginginkan sesuatu harus dengan bekerja dahulu sebelum mendapatkannya terkadang merasa dunia ini sangat tidak adil, terkadang aku berfikir kenapa semua ini terjadi kepadaku, kenapa hanya keluargaku yang tuhan hukum atas kemiskinan. tapi walau begitu aku tidak pernah ingin berputus asa, karena ibu selalu berkata jika kita ikhlas dengan cobaan yang tuhan berikan maka sedikit banyak masalah yang kita hadapi pasti akan ada jalan keluarnya, rezeki dan nasib seseorang sudah diatur sedemikian rupa oleh tuhan. dimana kita yakin bahwa suatu saat akan ada masanya kita menjadi orang sukses dan menjadi orang yang beruntung. setiap kalimat yang ibukku katakan aku jadikan sebagai motivasi diriku agar kelak aku dapat menjadi orang yang berhasil dan membahagiakan mereka. meskipun sekarang banyak sekali cacian dan makian orang yang selalu merendahkan kami, tapi aku tetap berteguh pada tekadku untuk mengejar cita-citaku. aku ingin sekali menjadi seorang penulis karya yang dikenal banyak orang dan sukses, aku ingin dari hasil kerja kerasku mampu mengangkat derajat keluarga kami agar tidak ada lagi yang menghina dan merendahkan kami.
You may also like
Slide 1 of 10
Jejak Luka Di Bawah Langit Senja cover
• KECEWA ~ cover
OUR STORIES (END) cover
Make A Better Place (Autobiografi Triocahyo Utomo) cover
Anhar's life Story cover
Perjuangan Hidupku cover
revenge (End) cover
UNREQUITED LOVE cover
𝐂𝐢𝐧𝐭𝐚 𝐋𝐞𝐬𝐥𝐚𝐫 cover
Embun Pagi cover

Jejak Luka Di Bawah Langit Senja

17 parts Ongoing

Aku pernah melangkah penuh percaya diri di kampus negeri, di mana mimpi-mimpi sederhana terasa seolah sudah ada di ujung tangan. Aku aktif, dikenal, dan percaya bahwa masa depan yang cerah hanyalah soal waktu. Tapi ketika ibu pergi, semuanya runtuh tanpa ampun. Sunyi menyelimuti rumah yang dulu penuh tawa, tabungan menguap seperti angin, dan Jati diri terhempas jauh melayang lalu sirna bersama rasa kecewa, Ayah terdiam dalam kebingungan, kehilangan arah yang dulu ia genggam erat. Aku yang muda, yang seharusnya berlari mengejar mimpi, terjerat oleh tanggung jawab yang terlalu berat untuk dipikul sendiri. Aku berhenti kuliah, bukan karena kehilangan semangat, tapi karena harus memilih, melanjutkan mimpi yang kian menjauh, atau bertahan untuk keluarga yang runtuh. Hari-hariku berlalu begitu saja, menampung lelah yang tak selalu terlihat, dan pertanyaan tanpa jawaban yang terus menghantui kenapa dunia ini tak selalu berpihak pada mereka yang berjuang paling keras? Aku merangkai kekuatan dari serpihan kehilangan, menenun harapan dari kegelapan yang pekat. Aku berdiri, walau rapuh, karena menyerah bukanlah bagian dari ceritaku. Perjalanan ini belum selesai, dan aku tahu, langkahku harus terus berlanjut, meski dunia kadang membelakangi dan meninggalkan.