Pulang dengan Tenang

Pulang dengan Tenang

  • WpView
    Reads 207
  • WpVote
    Votes 15
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadComplete Thu, Jul 8, 2021
WpInfo
Non-Fiction
"Pergilah, Nak, ndak papa," ucap Ibu untuk kesekian kali. Aku hanya menghela napas. Masih terlalu fajar untuk membahas semua ini. Dengan tangan yang tetap sibuk, serta mondar-mandir, bahkan Ibu sempat-sempatnya memberi ruang di pikirannya akan hal yang teramat pahit untuk kubayangkan. Entah, aku masih begitu sulit untuk berdamai, bahkan potongan kelam itu masih begitu lekat di ingatan.
All Rights Reserved
#33
cerai
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SATU TUBUH BERIBU BENTUK
  • RadenRatih
  • Eliinaa
  • Tenggelam Dalam Dasar [END]
  • Pelangi Setelah Hujan ✖ IDR
  • Bad Wedding ( Lengkap Dreame )

"lu ngk tau gw itu kek apa jadi Ngk usah sok sok an ngatur , gw ngk mntak di atur , lu hargain gw di bumi ini , setelah gw mati , lu boleh bakar jasad gw di kuburan gw sendiri." kara yang mendengar itu langsung terbelalak dengan tuturan keputus asaan Loren . - - - "anak bangst , gw ngejagain Lo dari bokap Lo tapi kelakuan kek tai , pergi sebelum gw hajar". "toh gw udah kebal sama tangan Lo , ambil kapak deh biar ada sensasi baru , lagian juga gw mau puny rumah baru sama ibu di sana". make yourself comfortable, don't let anything bring you down ✨❤️

More details
WpActionLinkContent Guidelines