Mafia & Muslimah

Mafia & Muslimah

  • WpView
    Reads 586
  • WpVote
    Votes 47
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Nov 4, 2022
"Satu-satunya jalan agar kamu tetap hidup adalah menjadi bagian dari keluargaku, Maka menikahlah dengan ku Aisha" Devano Anggatama ____________________ "Lebih baik pamanmu membunuhku, daripada aku harus menikah dengan pembunuh ayahku" Aisha Humaira _______________ Lalu bagaimanakah akhir dari pilihan Aisha setelah kejadian laknat yang dilakukan Devano membuatnya begitu terpuruk dan hancur. Apakah ia mengalah dan berusaha menerima, atau tetap pada pendiriannya untuk tidak akan menerima Devano sebagai suaminya?
All Rights Reserved
#224
muslimah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • After The Rain
  • A Vow Of Hate [ END ]
  • AZRAELLA
  • Sampai Kamu Mencintaiku (COMPLETED)
  • Tessa
  • MENIKAH KARNA DENDAM (COMPLETED)
  • Prince Untuk Alea
  • Kesempatan Kedua Mengubah Masa Depan
  • TOO LATE TO FORGIVE YOU | ✔ | FIN
  • Loose Cannon

Hidup ini bisa dibilang sama seperti hujan, terkadang pelangi muncul sesudahnya, dan terkadang pula tidak muncul. Hujan melambangkan perjalanan hidup kita, hal-hal berat, serta kesedihan yang harus kita hadapi. Dan pelangi melambangkan kesuksesan serta kebahagian atas pengorbanan yang telah kita lalui. "Di kehidupanku haruslah ada pelangi setelah hujan, aku akan mendapatkan pelangi itu, bagaimanapun caranya". "Laksmi, ini dia suamiku yang ku ceritakan waktu itu". "I know, that is why i move to Jakarta. Akan ku hancurkan kehidupanmu. Kamu tak pantas bahagia", kata Laksmi dalam hati. Aku tak seharusnya pasrah akan musibah yang telah aku lalui, apalagi hal tersebut terjadi karena seseorang. Sudah cukup diriku yang menjadi korban, jika hanya aku mungkin saja itu semua tak masalah. Tapi mereka membunuh ayahku, dan akan kubalas semua perbuatan mereka. Sepuluh tahun aku mempersiapkan rencana dan inilah saatnya. "Waktu yang tepat untuk menghancurkan kalian".

More details
WpActionLinkContent Guidelines