ALVARAZEL [Hiatus]

ALVARAZEL [Hiatus]

  • WpView
    Membaca 1,430
  • WpVote
    Vote 1,010
  • WpPart
    Bab 16
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sel, Agt 17, 2021
WpInfo
Fiksi
Romansa
[FOLLOW DULU SEBELUM BACA] [JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK. DON'T SIDERS PLEASE] Alvarazel Tatareda Luigi. Seorang siswa SMA Atlantis, yang sangat dibenci oleh seluruh murid di sana. Ia dibenci karena sebuah masalalu nya yang dianggap menyedihkan oleh teman-temannya. Bukan hanya teman satu sekolahnya saja yang menjauhinya, tetapi keluarganya juga bersikap demikian. Mereka merasa enggan dan malas jika harus berinteraksi dengan Alvarazel. Perlakuan itulah yang membuat Alvarazel menjadi sosok laki-laki yang pendiam dan cenderung menyendiri. Ia hampir menyerah dalam menjalani kehidupannya, tetapi tanpa sengaja seorang gadis bernama Amelia datang dan merubah segalanya. Berbagai usaha Amelia lakukan hanya untuk membuat Alvarazel kembali terbuka dan mau berbicara layaknya manusia pada umumnya. Mampukah Ame melakukannya?
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#880
soobin
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • AL AL GANG [Complicated]
  • Bad Girl VS Bad Boy {END}
  • SELENOPHILIE [END]
  • 1001 Luka [On Going]
  • My Lovely Friend (Completed)
  • CRAZY GIRL [END]
  • Extraordinary Love {COMPLETE}✓
  • AFIKA [ END✔ ]
  • one day later(End)
  • My There Alone

Terdapat dua anak kecil yang gembira sedang bermain ditaman dan bercanda ria. Yang cewek namanya Lexa dan yang cowok namanya Al. "Xa, jangan nangis dong? Nanti aku beliin es klim lagi deh." Kata si cowok agak pelo. "Benelan, tapi yang banyak ya." Kata si cewek berhenti menangis sambil usap ingus nya. "Kita kesana yuk." Ajak si Al ke dua ayunan di taman tersebut. "Ayok." Kata Lexa semangat. Sambil main ayunan mereka berdua bercanda ria. Tapi Lexa takut bilang ini ke Al karena Lexa udah nyaman sama Al walaupun baru beberapa hari kenalnya. "Al." Panggil Lexa agak takut. "Ada apa, Xa?." Jawab si Al sambil ayunin ayunannya si Lexa. "Aku mau bilang sesuatu tapi Al gak boleh malah ya?." Sambil nunjukin kelingkingnya ke Al dan dibalas oleh Al. "Iya aku gak bakal malah kok." Kata La meyakinkan Lexa. "Lexa, besok disuluh papa sama mama pindah ke Belanda dan tinggal disana." Sambil nangis sesegukan karena dia gak bakal ketemu sama sahabatnya lagi. "Kenapa besok? Gak bisa ditunda aja." Dia bertanya sambil peluk Lexa tulus. "Katanya gak bisa, maafin Lexa ya Al. Lexa harus pergi jaga ini baik baik. Kalo Al kangen Lexa pandang aja buku ini." Sambil menyodorkan sebuah notebook yang berisi foto mereka berdua sedang bercanda dan menangis bersama. "Maafin Al ya, udah buat kamu nangis kayak gini. Kalo udah besal nanti kita pasti ketemu kok." Kata Al agak cadel. "Maafin Lexa ya, pasti nanti Lexa kangen banget sama Al." Masih menangis di pelukan Al. Yang bisa mereka lakukan adalah menerima kenyataan bahwa mereka harus berpisah. Dan hari ini mereka hanya menghabiskannya untuk melepas rindu sebelum Lexa pergi ke Belanda.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan