We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
ILIANTA

ILIANTA

  • WpView
    Reads 845
  • WpVote
    Votes 279
  • WpPart
    Parts 20
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Oct 13, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Tuhan telah membuktikan bahwa di dunia ini memang tidak ada yang sempurna. Shaka Guntara sebagai buktinya. Memiliki wajah yang apik bagaikan Malaikat, tidak langsung membuatnya menjadi sempurna. Tuhan menunjukkan padanya bahwa dia hanyalah manusia biasa yang juga memiliki kekurangan. Dia Shaka, si laki-laki bisu yang akan maju paling depan saat teman-temannya terancam. Shaka memang tidak bisa berbicara, tapi dia bisa membungkam mulut mereka yang banyak bicara. Namun tidak ada yang tahu sekuat apa tubuhnya, dan serapuh apa hatinya. Karena bagaimana pun kondisinya dia tidak pernah menunjukkan lukanya yang ternyata sudah menganga lebar karena goresan orang tersayang. "Gue cuma manusia biasa yang juga bisa merasakan sakit, walaupun gue nggak ngomong apa-apa." -Shaka. ** Sebenernya nih cerita dibikin buat ikut competisi, tapi sayangnya saya diundurin karena ga bisa publish tepat waktu. Jadi udah deh aing malesin ngelanjutin. Ntaran aja kalau udah pengen baru dilanjut lagi. Hahaha sorry ye nggantung. Salam manis ye dari emaknya Shaka. cover by; pinterest
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Argasha [ON GOING]
  • ELGITA: Yang Tak Pernah Terucap (END)
  • Hello, Shaka! ( END! )
  • Paradise
  • Asa Di Putih Biru (END)
  • Breathe
  • Juan [REVISI]

[BUDAYAKAN FOLLOW DULU BARU BACA] Kisah dua remaja yang sama-sama memiliki keluarga yang tidak utuh. Luka dan kecewa sudah seperti lauk sehari-hari. Tetapi setiap manusia memiliki sudut pandang dan caranya masing-masing dalam menghadapi masalah. Begitupun dengan keduanya. "Gue benci takdir. Gue benci tuhan, Ga" Arga menggelengkan kepalanya, "Lo boleh marah, Lo boleh membenci takdir. Tapi tidak dengan penciptanya, Sha." "Lo gak tau betapa beratnya jadi gue, Ga! Lo gak tau gimana susahnya buat senyum! Lo gak tau, Ga." Lirih Asha. "Asha, asal Lo tau. Ada jutaan manusia di bumi, setiap orang punya masalah nya masing-masing. Dan gak sedikit juga yang lebih susah dari Lo." Arga menggenggam erat tangan Asha. "Ikhlasin. Belajar untuk ikhlas. Dekatin diri Lo sama tuhan, maka Tuhan akan menemani Lo disetiap langkah Lo. Trust me, Sha." . . .

More details
WpActionLinkContent Guidelines