ILIANTA

ILIANTA

  • WpView
    LECTURAS 821
  • WpVote
    Votos 279
  • WpPart
    Partes 20
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mié, oct 13, 2021
Tuhan telah membuktikan bahwa di dunia ini memang tidak ada yang sempurna. Shaka Guntara sebagai buktinya. Memiliki wajah yang apik bagaikan Malaikat, tidak langsung membuatnya menjadi sempurna. Tuhan menunjukkan padanya bahwa dia hanyalah manusia biasa yang juga memiliki kekurangan. Dia Shaka, si laki-laki bisu yang akan maju paling depan saat teman-temannya terancam. Shaka memang tidak bisa berbicara, tapi dia bisa membungkam mulut mereka yang banyak bicara. Namun tidak ada yang tahu sekuat apa tubuhnya, dan serapuh apa hatinya. Karena bagaimana pun kondisinya dia tidak pernah menunjukkan lukanya yang ternyata sudah menganga lebar karena goresan orang tersayang. "Gue cuma manusia biasa yang juga bisa merasakan sakit, walaupun gue nggak ngomong apa-apa." -Shaka. ** Sebenernya nih cerita dibikin buat ikut competisi, tapi sayangnya saya diundurin karena ga bisa publish tepat waktu. Jadi udah deh aing malesin ngelanjutin. Ntaran aja kalau udah pengen baru dilanjut lagi. Hahaha sorry ye nggantung. Salam manis ye dari emaknya Shaka. cover by; pinterest
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • HILANG [Segera Terbit]
  • ELGITA  (TERBIT)
  • Hello, Shaka! ( END! )
  • Sejenak Luka
  • Argasha [ON GOING]
  • You Are My Only One (REVISI)
  • Semesta untuk Shaka
  • Shena Aquella {SELESAI}.

BUDAYAKAN FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA:) (Completed) "Tuhan mengizinkan kita untuk merasakan luka, tetapi Ia juga akan memberikan penawarnya." Ada pada ketidakadaan. Sepi di tengah keramaian. Bagaimana jika kita di tempatkan dalam keadaan tersebut? Tak ada satu pun diantara kita yang dapat menentukan takdir hidupnya sendiri bukan? Begitu juga dengan Keynara Angeline. Selalu berusaha menutup luka yang ia alami, membangun tembok es dalam hatinya. Terbiasa diabaikan dan kehilangan membuat nya tumbuh menjadi gadis tangguh. Akankah ia harus kehilangan semua yang ia miliki? Atau justru ia sendiri yang memilih untuk hilang? Lelah dengan derita yang ia tanggung. "Kamu ga perlu nangis lagi mulai sekarang. Biar aku yang bakal ngembaliin semua yang harusnya jadi milik kamu," ucap Alrich membawa secerah harapan bagi Keynara. *** Cerita ini murni hasil pemikiran saya, mohon maaf bila terdapat kesamaan tokoh, tempat, bahkan alur cerita. Semuanya itu kemungkinan karna unsur ketidaksengajaan:') Don't copas my story:') Cover Designed By : @RsyHnfh_985

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido