BERAKHIR
  • WpView
    Reads 7
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Apr 13, 2024
Haii gaiss... Disni aku akan menceritakan seseorang yang aku temui ditahun 2022, aku sangat bahagia sekali bertemu dengannya. dia sangat baik,bertanggung jawab dan membuat ku bisa merasakan apa itu cinta sekali gus apa itu rasa sakit.. Mempercayainya adalah sebuah kebodohan yang tida pernah terlintas dalam benak ku Aku tida pernah membayangkan jika hidupku harus merasakan rasa sakit dan ketakutan menjadi satu Dan sekarang bayangan yang tida pernah terlintas itu menjadi nyata Dan mencintainya itu diluar kendaliku
All Rights Reserved
#803
akhir
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • 10. Saktah
  • harapan yang pupus
  • Mutiaraku
  • Takdir cinta DARA (Completed)
  • Insyaallah Sah ( TERBIT ✔️)
  • GUS ALAN MILIK BULAN
  • GUS HAIDAR
  • SHEFAYRA
  • Dokter dan Sang Penyair (Completed Story)
  • E N I G M A

"Belajar apa hari ini Gus, dengan anak-anak?" "Tajwid. Anak-anak belajar Bacaan istimewa dalam al quran, bacaan gharib." "Kenapa membaca al quran harus dengan tajwid, Gus?" "Perintah Allah. Agar kita menjaga kemurnian Al quran, melafadzkan sesuai hak-hak hurufnya dan menjaga lisan agar tidak terjadi kesalahan yang mengakibatkan terjerumus perbuatan dosa." jawab seorang pria yang dipanggil Gus. Si Wanita yang bertanya tadi tersenyum simpul. "Sepertinya Gus, Perjalanan kisah kita akan serupa dengan salah satu makna bacaan gharib. Yaitu saktah. agar kita sama-sama menjaga kemurnian hati, menjaga hak-hak pribadi kita dan agar kita terhindar dari perbuatan dosa." Pria itu terdiam mencerna ucapan wanita yang duduk di seberangnya. "Saktah?" tanyanya dan Sang Wanita mengangguk. "Iya. Saktah. Aku yakin Gus lebih paham makna saktah. Kita perlu memberi jeda, berhenti sejenak, menekan ego kita sambil memikirkan apakah kita ini benar-benar yang terbaik untuk satu sama lain, setelah itu kembali kita teruskan." jelas Si wanita dan langsung beranjak dari tempat itu. Sang Pria masih duduk sembari menatap kepergian wanita yang pernah ingin dia nikahi. Senyum tipis tercetak di wajahnya, di tengah keramaian kota itu dia bergumam sendiri, "Kamu lupa, jika menemui tanda saktah, bukan hanya harus memberi jeda tapi juga harus menahan napas. Aku belum tau seberapa lama kemampuan manusia bisa menahan napas. Doaku, kamu segera kembali atau aku akan kehabisan napas karena terlalu lama mengamalkan saktah.".

More details
WpActionLinkContent Guidelines