ASA DAN RENJANA

ASA DAN RENJANA

  • WpView
    Reads 66
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Apr 28, 2022
"Lo tau kan, kalau kita hidup hanya untuk pilihan?" "Maksudnya?" "Ya kita diharuskan untuk selalu memilih. Lo pilih hidup bahagia atau sengsara, lo pilih terus bertahan atau menyerah, lo pilih untuk berlari atau berhenti, semua tentang pilihan. Pilihan lo menentukan hidup lo akan seperti apa, jadi jangan pernah nyalahin takdir atas segala hal yang terjadi di hidup lo." − Adara Batari tidak pernah berhenti menyalahkan dirinya sendiri atas segala hal yang terjadi di hidupnya. Ah, bukan, bukan hanya dirinya. Dia menyalahkan dunia atas segalanya. Dara kira ia akan terus berjalan dan bertahan sendirian, siapa sangka ia memiliki bayangan yang terus mengikuti kemanapun ia berjalan, bayangan yang selalu dinantikan, bayangan yang akan membantunya bertahan, bayangan yang bernama Kavi Mahardika.
All Rights Reserved
#256
college
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Story Between Two "HOME"
  • Takdir (Bukan) Pilihan
  • Eternal Bond
  • Karena Kamu Rumahnya
  • Jika Takdir Telah Ditentukan
  • World Of Magic [1]
  • Antara  [End]
  • ALKANTARA || END || Belum Revisi
  • I Missing You (COMPLETED)
  • Limerence

Ini hanyalah kesalahan kita yang terlalu memaksakan kehendak. Mengabaikan segala-galanya hanya untuk memaksakan diri supaya bahagia di dunia. Menyesal? mungkin. Kesal? mungkin juga. Apa boleh buat? Semua telah terjadi. Mau berhenti? Susah. Di kala semua orang mendapatkan dambaan hatinya masing-masing dengan kepercayaan yang sama, lain hal dengan kita. Kita beda. Mau bagaimanapun kita tetap berbeda. Apakah ini salah kita yang terlalu memaksakan seakan semuanya akan baik baik saja? Jawabannya adalah tidak samasekali. Semua adalah takdir Tuhan kita yang satu. Tapi, apakah karena cara kita yang berbeda untuk bersyukur kepada-Nya membuat kita juga tidak boleh menyatu? Apakah hidup selucu ini? No one knows.

More details
WpActionLinkContent Guidelines