Aku, Dirimu dan Dia

Aku, Dirimu dan Dia

  • WpView
    Reads 277
  • WpVote
    Votes 93
  • WpPart
    Parts 15
WpMetadataReadComplete Thu, Sep 30, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
"Ih, Dito bukan muhrim, sana! " seru Amanda sambil menepis kan tangannya Dito dari bahunya. "Segitunya banget sih sama aku, awas loh nanti kamu jatuh cinta sama aku." Goda Dito. Amanda dan Dito adalah sahabat semenjak mereka kecil. Perang mulut ataupun canda tawa dan suasana romantis menghiasi keseharian mereka berdua. Apakah perasaan mereka benar-benar real persahabatan ataukah ada rasa yang lain? Ditengah mereka sedang mendalami perasaan mereka masing-masing, datanglah seseorang diantara mereka berdua. Lalu bagaimana kah cerita persahabatan mereka, apakah berubah menjadi kisah percintaan?
All Rights Reserved
#686
teenromance
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • PROSA "Proyeksi Rasa" [END]
  • Lebih dari Teman [✔️]
  • Love In FriendZone [TAMAT]
  • Kanvas Sunyi Kenangan [TERBIT]
  • DEVIAN [END]
  • Is LOVE
  • He is not My Best Friend (End)
  • Kelas A [End]
  • Story Of School
  • Tentang Kita

Bagi Alfira, persahabatan adalah ikatan tanpa komitmen. Sedangkan sahabat adalah makhluk Tuhan yang siap mendengarkan keluh kesahmu dan memberi solusi dari masalah kehidupanmu. Tapi keadaan memang tidak pernah bisa diprediksi, apa yang dimiliki juga bisa kapan saja pergi. Ketika sahabatnya pergi, Alfira benar-benar kehilangan arah tanpa arti, butuh adaptasi lagi untuk sembuh dari elegi. "Cuma lo Ra! yang menganggap persahabatan ini bukan apa-apa. Ya cuma lo!" ucap Reza kecewa. Namun, ketika semuanya kembali mampukah Alfira berdamai dengan hati? Butuh waktu yang lama untuk sembuh, butuh keadaan yang seirama untuk menempuh. Tapi, bagaimana jadinya jika aku sudah berhasil berlabuh, dengan mudahnya kau kembali dan karamkan lagi kapalku? "Kalo nggak mau jadi pacar gue oke gue terima lo tolak, tapi kalo gue lamar gimana?" ucap laki-laki yang ada dihadapannya. Lalu apa-apaan kali ini? Dengan berani dan percaya diri tingkat tinggi, dia menawarkan diri menjadi awak kapalku? Yang aku yakin, dia pasti mampu membantuku. Namun, bisakah aku melupakan masa lalu? Dan kembali menempuh perjalanan baru?

More details
WpActionLinkContent Guidelines