İçerik Kurallarımızı güncelledik.
Hikâyeleri güvenli bir şekilde paylaşmaya devam etmek için en güncel kuralları inceleyin.
Daha fazla bilgi
Klans of Seven Pirate

Klans of Seven Pirate

  • WpView
    OKUNANLAR 77
  • WpVote
    Oylar 8
  • WpPart
    Bölümler 2
WpMetadataReadDevam ediyor
WpMetadataNoticeSon yayınlanan Pzt, May 9, 2022
WpInfo
Kurgu
Aksiyon ve Gerilim
Lamina seorang gadis di sebuah sekolah. Ayahnya Lamina adalah seorang kapten di sebuah kapal. Sudah hampir dua tahun Lamina tidak bertemu ayahnya. Sedangkan sang Ibu adalah wanita kantoran yang selalu sibuk dengan pekerjaannya. Lamina tahu orang tuanya sangat sibuk, oleh karena itu dia memilih menghabiskan waktunya di perpustakaan kota. Di sana Lamina menjadi penjaga perpustakaan bersama pamannya. Selain dia bekerja di perpustakaan sebagai mengisi waktu, Lamina juga ditemani oleh teman-temannya. Di perpustakaan tempat Lamina bekerja ada sebuah kapal. Orang kota menganggap kapal tersebut adalah kapal keramat yang selalu membawa sial. Hanya Lamina dan Paman Ken yang tidak beranggapan begitu. Suatu hari Lamina bersama temannya, Neon, tidak sengaja menyenggol boks kaca yang melindungi kapal tersebut. Lamina yang sangat menyukai kapal tersebut membawanya pulang. Selain kapal Lamina dan Neon menemukan sebuah koper berisi batu berlian bulat.
Tüm hakları saklıdır
#115
pantai
WpChevronRight
En büyük hikaye anlatıcılığı topluluğuna katılınKişiselleştirilmiş hikaye önerileri alın, favorilerinizi kütüphanenize kaydedin ve topluluğunuzu büyütmek için yorum yapın ve oy verin.
Illustration

Ayrıca sevebilecekleriniz

  • Lukisan Tanpa Warna✔️
  • Cemoro Geni [TAMAT]
  • Express Love
  • Lena The Troublemaker
  • NOT EASY FOR LUNA (END)
  • [✓] Transmigrasi: Kembali Ketahun Ketika Ayah Saya Masih Sekolah
  • [END]✓Berpakaian sebagai kakak perempuan tertua dalam kronologi
  • WAKE UP, LOVE (TAMAT)
  • GRIZLEN {On Going}

[Flashback ke tahun 1970-an] Di balik dinding tua Galeri Byakta, tersimpan sebuah lukisan tanpa warna yang selama puluhan tahun tak pernah diketahui siapa pelukisnya. Tak ada nama. Tak ada riwayat. Hanya sebuah paraf samar di sudut kanvas yang nyaris menghilang ditelan waktu. Bagi Hanindito Laerasatya, mahasiswa desain grafis yang bekerja sebagai jurnalis dan fotografer, lukisan itu awalnya hanyalah bahan liputan untuk memperingati Hari Seni Sedunia. Namun rasa penasarannya berubah menjadi penyelidikan ketika ia menemukan paraf yang sama persis pada sebuah lukisan wajah sang Eyang saat muda dulu. Semakin dalam Dito mencari jawaban, semakin banyak rahasia keluarga yang selama ini disembunyikan. Penelusurannya membawanya kembali ke tahun 1970-an, pada kisah seorang pelukis berbakat yang memilih mengorbankan nama, mimpi, bahkan cintanya demi orang-orang yang ia sayangi.

Daha fazla bilgi
WpActionLinkİçerik Rehberi