"Pokoknya kita bertiga harus bersahabat selamanya, oke?"
----------
"Mulai detik ini, gue nggak mau punya sahabat kaya lo, dasar brengs*k!"
----------
"Kak, sampai kapanpun aku bakalan tetep suka dan sayang sama kakak, sekalipun kakakku sendiri menganggap kakak orang yang nggak baik. Karena apa? Ya karena aku percaya sama kakak kalau kakak bukan orang yang seburuk itu, paham?"
----------
"Andai saja aku tidak menerimanya, mungkin sampai detik ini kau masih ada disini. Maaf."
----------
Ini bukan soal kisah cinta yang berjalan dengan mulus semulus jalan tol, bukan juga kisah persahabatan yang hanya diisi dengan canda dan tawa seperti stand up komedi. Namun ini adalah kisah seorang laki-laki yang berusaha untuk berdamai dengan masa lalu dan meluruskan kesalah pahaman agar kepercayaan itu kembali ada.
{FOLLOW SEBELUM MEMBACA}
****
~3 tahun yang lalu~
"mau kalian apa sih? Kenapa kalian jahat banget sama Aku?" erang Arkan yang di iringi tangisan.
"Gw mau, Lo hajar gw sampai masuk rumah sakit!" jawab Anak nakal itu dengan nada bicara tenang, namun terdengar tajam.
"Kenapa harus gitu?"
"Lo engga usah banyak nanya, sekarang hajar gw. CEPETAN!!!" Titah Anak nakal itu dengan paksaan.
Arkan menatap manik mata anak nakal itu dengan sedikit bingung. "Apa sebenarnya yang di rencanakan?" Tanyanya dalam hati.
Merasa tak ada responan, anak nakal itu langsung menghembuskan nafas berat, lalu mengamati mobil yang sedang berjalan ke arahnya. "Yaudah kalo Lo engga mau. Tapi jangan salah kan gw, jika kehidupan Lo, berubah drastis setelah ini "
Brakkkkkk.........
#langsung baca aja!
{Jadi pembaca itu harus bijak ya! Ambil baiknya dan buang buruknya!}
~Murni hasil pemikiran sendiri~