Maaf | Ten

Maaf | Ten

  • WpView
    Reads 66
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Dec 4, 2021
"Pokoknya kita bertiga harus bersahabat selamanya, oke?" ---------- "Mulai detik ini, gue nggak mau punya sahabat kaya lo, dasar brengs*k!" ---------- "Kak, sampai kapanpun aku bakalan tetep suka dan sayang sama kakak, sekalipun kakakku sendiri menganggap kakak orang yang nggak baik. Karena apa? Ya karena aku percaya sama kakak kalau kakak bukan orang yang seburuk itu, paham?" ---------- "Andai saja aku tidak menerimanya, mungkin sampai detik ini kau masih ada disini. Maaf." ---------- Ini bukan soal kisah cinta yang berjalan dengan mulus semulus jalan tol, bukan juga kisah persahabatan yang hanya diisi dengan canda dan tawa seperti stand up komedi. Namun ini adalah kisah seorang laki-laki yang berusaha untuk berdamai dengan masa lalu dan meluruskan kesalah pahaman agar kepercayaan itu kembali ada.
All Rights Reserved
#646
pertengkaran
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Living with Brothers  [TAMAT]✓
  • Semesta untuk sean
  • ALVARA
  • TOXIC!
  • ON SIGHT (Completed)
  • VAGALDARA [TERBIT]
  • SPOILEDBOY
  • TENTANG KITA
  • ALYA (END)
  • Remain [END]✔

"Loh, ntar-ntar, mama nitipin gue ke abang-abang biar gue bisa dididik sama mereka? Kelakuan mereka kan lebih laknat dari gue." ..... Dituntut agar bisa ini itu saja sudah cukup membuat Alea kesal. Sekarang mamanya berulah lagi dengan menitipkan Alea di rumah keempat abangnya dengan dalih agar Alea menjadi anak yang lebih baik seperti mereka. Lebih baik? Abang pertama punya pacar cowok. Abang kedua suka ngedugem. Abang ketiga ngikutin jejak abang pertama. Abang keempat suka balap liar. Lebih baik dari mananya? ........ Akankah Alea dapat bertahan di rumah sang kakak? Mengingat Alea masih memiliki satu problem, yakninya tetangga rumah yang selalu menempel padanya setiap hari. "Kayaknya gue alergi sama lo deh, setiap lo deketin tangan gue gatel, bawaannya pen gorok." -Alea "Nego dikit boleh? Jangan gorok deh, kerok aja gimana?" -Angkasa

More details
WpActionLinkContent Guidelines